LANGIT7.ID, Jakarta - Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan tindakan kalangan selebritis dan selebgram Tanah Air yang mengadopsi boneka
spirit doll atau boneka arwah.
Boneka tersebut didandani layaknya balita. Boneka itu diperlakukan dan dirawat seperti seorang anak. Bahkan pengadopsi rela mengeluarkan rupiah untuk makan, minum dan fasilitas selayaknya merawat seorang bayi.
Spirit doll disebut berisi arwah anak kecil. Arwah tersebut dimasukkan ke dalam boneka melalui ritual dan mantra tertentu. Ritual itu memasukkan jin ke dalam boneka.
Hal itu dipercaya dapat membawa keberkahan, keberuntungan, dan memudahkan rezeki bagi orang tua asuhnya.
Spirit doll awalnya populer di luar negeri, contohnya adalah Gumanthong dan Look Thep di Thailand.
Proses adopsi boneka itu tidak dapat dilakukan sembarangan. Selain meminta izin dari keluarga arwah, adopsi itu juga mengharuskan membayar sejumlah mahar.
Berdasarkan penelusuran langit7.id, adopsi spirit dolls banyak ditawarkan di media sosial dan
marketplace.
Tentu, praktik semacam ini adalah syirik atau sama saja dengan menyekutukan Allah Ta'ala. Dalam Islam, syirik termasuk dosa besar.
Lalu, bagaimana hukumnya dalam Islam?
Founder Halal Corner Ustadzah Aisha Maharani menyebut, memiliki boneka tidak terlarang dalam Islam. Mainan boneka merupakan salah satu cara mendidik anak perempuan menjadi penyayang dan diperbolehkan secara syariat.
Hal ini sesuai dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. "Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi SAW. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Saat Nabi SAW masuk ke dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka bermain bersamaku."
Namun, berbeda dengan boneka
spirit doll. "Itu sudah termasuk syirik, karena memasukkan jin ke dalam tubuh boneka. Tak hanya itu, boneka itu juga dipercaya membawa keberuntungan. Padahal, segala bentuk keberuntungan di alam semesta datang dari Allah Ta'ala," jelas Aisha di akun instagram @halalcorner, dikutip Sabtu (1/1/2022).
Allah SWT telah gamblang menjelaskan dalam Al-Qur'an bahwa dosa syirik tidak akan diampuni.
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapapun yang Dia kehendaki. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat dosa besar." (QS An-Nisa: 48).
Syirik bisa diartikan sebagai penyekutuan Allah Ta'ala dengan mahluk. Misal pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah. Pengabdian selain kepada Allah Ta'ala dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan.
Syirik juga diartikan sebuah kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan hidup.
Menurut Ustadz Hilmi Firdausi, mengadopsi
spirit doll merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Adopsi itu sudah mencederai akidah seorang muslim.
"Ya Rabbana, sudah sangat mengkhawatirkan fenomena
spirit doll ini, apalagi setelah di-endorse oleh beberapa artis. Marai teman-teman semua jaga dan bentengi akidah kita dan keluarga dari hal-hal yang menjurus kepada kesyirikan," kata Hilmi melalui akun instagram-nya, dikutip Sabtu (1/1/2022).
Pengadopsi Harus Segera Bertaubat Syirik bukan berarti tidak bisa diampuni. Allah Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Ayat di atas ditujukan kepada para pelaku syirik yang meninggal dunia dan belum sempat bertaubat.
"Yang dimaksud tidak diampuni itu ketika dia sudah meninggal. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, maksudnya kalau dosa syirik itu dibawa sampai dia mau meninggal dia tidak taubat," kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip kanal youtube Adi Hidayat Official.
Hal ini sejalan dengan Surah Az-Zumar ayat 53. Allah Ta'ala berfirman, "Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat ini mengatakan, ayat tersebut merupakan seruan kepada orang-orang yang bermaksiat, bai orang-orang kafir atau lainnya, untu bertaubat dan kembali kepada Allah.
Ayat itu juga memberitakan, Allah akan mengampuni semua dosa umat manusia yang bertaubat sebelum meninggal dunia. Semua jenis dosa. Meski dosa itu sebanyak buih di lautan. Syarat mendapatkan ampunan itu yakni dengan taubat.
"Tidak benar membawa arti pengampunan Allah (dalam ayat ini) dengan tanpa taubat, karena orang yang tidak bertaubat dari syirik tidak akan diampuni oleh Allah." kata Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, surah Az-Zumar ayat 53.
Ibnu Katsir juga mengomentari Surah An-Nisa ayat 48. Dia mengatakan, Allah telah memutuskan, Dia tidak akan mengampuni syirik, dan Dia telah memutuskan tidak akan mengampuni syirik. Dia akan mengampuni selain syirik bagi orang yang Dia kehendaki, walaupun pelakunya tidak bertaubat.
Nah, ayat di atas jelas menjadi harapan bagi para pengadopsi
spirit doll agar segera bertaubat. Sungguh berat siksaan Allah jika mati dalam keadaan syirik.
(jqf)