LANGIT7.ID - Dari waktu ke waktu, seorang muslim harus semakin baik. Termasuk di tahun baru, seorang muslim harus bertekad agar tahun ini lebih baik dari kemarin. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan, Imam Al-Ghazali telah memberikan tips kepada setiap muslim tentang cara memperbaiki diri.
Hal utama yang perlu dilakukan adalah memulai dengan melihat diri sendiri terlebih dahulu. Setiap kekurangan dalam diri perlu dibenahi. Ini tantangan besar, sebab orang lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri.
Jika cara pertama ada kesulitan, maka perlu langkah kedua, yakni melalui bantuan orang. Bisa membuat komitmen dengan suami atau istri untuk saling mengingatkan jika ada melakukan kesalahan.
Baca Juga: Muhasabah Awal Tahun, KH Zainuddin MZ Ungkap Tentang Orang Bangkrut di Negeri Akhirat
"Kalau aku melakukan kesalahan atau kekeliruan segera ingatkan aku, agar aku tidak larut dalam kekeliruan yang amat panjang," kata Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Al-Bahjah, Jumat (31/12/2021).
Cara ketiga yang bisa dilakukan adalah meminta nasihat dari lawan atau musuh. Ini karena ucapan musuh biasanya mengandung kebenaran. Musuh akan sangat senang membicarakan setiap kekurangan dan kelemahan. Dari situ seseorang bisa intropeksi guna memperbaiki diri.
"Saya susah sekali nyari kekuranganku, tahu-tahunnya dia (lawan atau musuh) yang biasa mengetahui kekurangan dan menasehatiku," ucap Buya Yahya.
Nabi Muhammad SAW pernah berkata, lanjut Buya Yahya, jika ada lawanmu yang sedang mengolok, tidak perlu engkau membalas olokan itu. Lebih baik diam atau meninggalkan tempat.
Baca Juga: Pendidikan Menurut Al-Ghazali: Ilmu Agama dan Keterampilan Dunia Harus Saling Melengkapi
"Kalau kamu balas, berarti sama halnya kamu dengan dia," ucap Buya Yahya. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah meminta perlindungan dan permohonan kepada Allah Ta'ala agar mengampuni orang yang mengolok tersebut.
Suatu ketika, Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah diolok-olok oleh seseorang. Ia lantas membalas olokan tersebut, meski di sampingnya ada Nabi Muhammad. Melihat kejadian itu, baginda nabi pun hanya tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan Abu Bakar.
Menyadari hal itu, Abu Bakar mengejar dan bertanya kepada baginda nabi, "Kenapa anda meninggalkan saya dan hanya tersenyum melihat saya diolok-olok?".
Nabi menjawab, "Pada saat kamu diolok-olok oleh orang lain, para malaikat lantas mendoakanmu. Namu saat kamu membalas olokan dari orang lain, malaikat pun ikut pergi dan saya pun ikut pergi."
(jqf)