LANGIT7.ID, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) mempersiapkan pelayaran internasional untuk kapal tanker MT Gas Walio ke Singapura- Australia-China-Korea-Jepang di bulan Januari. Salah satunya dengan melakukan Manajemen Walkthrough (MWT), yakni yakni monitoring langsung ke kapal tanker yang memiliki bobot mati 17,400 Metrik Ton (MT) tersebut.
Direktur Armada, I Putu Puja Astawa menjelaskan program MWT dilakukan sebagai upaya peningkatan teambuilding antara tim yang berada di shore (daratan) dengan sea based (lepas pantai), dengan menguatkan sambung rasa melalui diskusi interaktif.
Baca juga: Kapal Tangker Pertamina Disewa Produsen Energi Terbesar Dunia"Saya minta kepada seluruh kru kapal MT Gas Walio untuk mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) atau faktor Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan (K3) dalam seluruh aktivitas di kapal. Serta meningkatkan dan menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan menjunjung AKHLAK sebagai prinsip utama seluruh pekerja," ujar Puja dalam keterangan resminya, seperti dikutip Senin (3/1).
Puja juga menekankan komitmen mind-shifting PIS, dari yang semula cost center menjadi profit center pada seluruh kru yang berada di kapal. Hal tersebuts agar PIS bisa menghadapi tantangan maupun perubahan yang akan dihadapi di masa mendatang.
Di sela pelaksanaan tugas rute domestik, MT Gas Walio di penghujung tahun (31/12/2021) juga dimonitor langsung oleh Dirut PT Pertamina (Persero), Ibu Nicke Widyawati dan jajaran Direksi Holding dan CEO Subholding melalui sambungan video daring.
Baca juga: Pertamina Targetkan 3,2 Gigawatt Energi Bersih Terpasang di 2022Kapal MT Gas Walio merupakan kapal LPG fully refrigated yang dimiliki oleh PIS. Dibangun pada 2011 di Hyundai Heavy Industries. Kapal tanker berukuran panjang 150 meter dan di nahkodai oleh Captain Prawoto itu berkapasitas angkut 10.000 MT serta memiliki total 26 kru dan tengah mengangkut muatan berupa 5000 MT propane dan 5000 MT butane.
Kapal MT Gas Walio tengah menempuh rute dari perairan Semarang dengan loading port di Tanjung Sekong dan Tanjung Uban. Kapal juga dalam persiapan melaksanakan pelayaran perdana ke wilayah Australia, yang merupakan salah satu rute internasional PIS.
Hingga akhir 2021, PIS berhasil ekspansi rute pelayaran internasional dari 8 menjadi 11 rute, yakni; Afrika, Arab Saudi, UEA, Australia, Singapura, Malaysia, China, US, India, Aljazair dan Bangladesh.
PIS terus melakukan upaya percepatan untuk mengembangkan portofolio bisnisnya di kancah global, sesuai dengan target PIS untuk menjadi flag carrier bagi bangsa Indonesia di kancah industri pelayaran nasional dan internasional. Hal itu juga merupakan bentuk dukungan dari PIS agar target Pertamina secara group dapat tercapai yaitu untuk berada di posisi top 100 perusahaan dunia Global Fortune 500 dengan valuasi US$100 miliar pada tahun 2024.
Baca juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG ke Masyarakat Dumai Aman(asf)