LANGIT7.ID - , Jakarta - Siapa yang tidak ingin sukses? Semua orang tentu menginginkannya. Meskipun arti sukses bagi setiap orang berbeda-beda, tetapi tetap saja tujuannya sama yakni mencapai kebahagiaan.
Namun, tak dapat dipungkiri kegagalan terkadang datang di setiap gerak dan langkah kita. Sejauh apapun pergi kegagalan akan terus menghantui. Meskipun ia datang terkadang-kadang, tapi tetap saja banyak orang tidak ingin ia hadir. Sehingga apapun akan dilakukan agar kegagalan menjadi sebuah kesuksesan.
Baca juga: Kiat Sukses Berdagang Tauladan Nabi Muhammad SAWDilansir dari situs online Muslim News (3/1/22), Syekh Yaser Birjas mengatakan ada tujuh rintangan yang harus dihindari jika ingin sukses, diantaranya :
1. Lemahnya ImanSegala sesuatu yang dilakukan, akan berjalan dengan baik jika didasari iman yang kuat. Artinya dengan selalu mengingat Allah SWT dalam setiap perbuatan yang dilakukan. Tujuannya agar perbuatan tersebut tidak merujuk ke hal negatif yang merugikan diri kita sendiri, keluarga, maupun orang lain.
"Sungguh seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezekinya burung-burung. Mereka berangkat pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang" (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Al-Mubarak dari Umar bin Khathab).
2. Tidak Memiiki Rencana HarianMemikirkan rencana untuk masa depan memang harus dilakukan agar kita tidak membuang-buang waktu kita. Namun, harus diingat memiliki rencana untuk hari ini pun patut dipikirkan agar kita dapat menyelesaikan apapun yang telah kita targetkan dihari ini.
3. Bergaul dengan Orang NegatifLingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan perilaku atau kepribadian kita. Masuk di lingkungan yang salah atau negatif akan membuat kita juga tumbuh menjadi pribadi yang negatif. Begitu pun sebaliknya, jika kita tumbuh di lingkungan yang pembawaannya positif maka bermanfaatlah hidup kita nantinya.
“Hanyalah perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi akan memberimu minyak wangi atau Engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Dan kalaupun tidak, Engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) akan mengenai (membakar) pakaianmu. Dan kalaupun tidak, Engkau tetap mendapatkan bau asap yang tidak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
4. Mudah MenyerahMemiliki pribadi yang mudah menyerah merupakan salah satu pintu menuju kegagalan. Saat Anda memutuskan untuk menyerah, itu berarti Anda telah membuang kesempatan kesuksesan yang di berikan oleh Allah SWT.
Jika kondisi bingung atau kehabisan cara dalam menyelesaikan masalah, sebaiknya istirahatlah sebentar. Kemudian, berdoa kepada Allah SWT, minta petunjuk dan kekuatan hati agar anda bisa mengatasi masalah tersebut.
5. Peduli Pendapat Orang LainJika ingin melakukan sesuatu, lakukanlah, jangan pedulikan apa kata orang. Mereka hanya bisa berkata, namun tindakannya hanya Anda yang dapat melakukan itu. Jadi maju terus pantang mundur sebelum tujuan tercapai. Anggap saja apa yang dikatakan orang, sebagai angin lalu. Tanamkan dalam diri bahwa yang Anda lakukan benar, dan tidak merugikan orang lain.
Dalam hadist At-Tirmidzi dijelaskan, "Barangsiapa yang mencari keridhaan Allah SWT, meskipun itu berarti membuat manusia murka, Allah SWT akan menjaga mereka. Dan barang siapa mencari keridhaan manusia, meskipun itu berarti kemurkaan Allah SWT, maka Allah akan meninggalkannya untuk manusia."
6. Memberi Diri Alasan untuk Melewatkan KesempatanMenghibur diri sendiri boleh, asalkan tidak dilakukan untuk membenarkan segala tindakan Anda yang salah. Terkadang kita mengetahui apa yang dilakukan salah, namun kita tetap melakukannya dengan bersembunyi dibalik alasan-alasan untuk membenarkan tindakan kita.
Baca juga: Tahun 2022 di Depan Mata, Intip 3 Kiat Jaga Kesehatan Finansial Lebih Baik7. Iri dengan Keberhasilan Orang LainTidak senang dengan keberhasilan orang lain ialah sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak bisa melakukan hal serupa. Ia hanya bisa iri terhadap mereka. Alhasil dalam pikirannya timbul hal-hal negatif yang merugikan diri dia sendiri. Memiliki sifat ini juga dapat membuat silaturahmi kita terhadap sesama akan putus dengan sendirinya.
Seperti dikatakan HR. Bukhari dan Muslim, “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling memutuskan hubungan, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling memperdaya, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim).
(est)