LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Khalid Basalamah, selain sibuk berdakwah yang dilakukan lewat Masjid dan secara virtual streaming, ternya memiliki kesibukan mengurus bisnis usaha yang bergerak dibidang food and beverage.
Ajwad Resto namanya. Restoran ala Timur Tengah di kawasan Condet Jakarta Tikur. Resto ini ramai pengunjung. Bahkan di saat pandemi seperti saat ini pun tetap diminati banyak orang lewat orderan online.
Dalam bisnis restorannya ini Ustadz Khalid memberikan aturan kepada karyawannya sesuai syariat Islam, di mana pada saat masuk waktu shalat, maka para pelayan restoran harus mendahulukan ibadah shalat dan meninggalkan kegiatan duniawi termasuk melayani pelanggan.
Perjalanan Ajwad Resto tidak berjalan mulus. Ajwa Resto ini, seperti dituturkan Ustadz Khalid pernah mengalami masa sulit. Ia hampir menutup restorannya ketika masih berada di Mall Kalibata, Jakarta Selatan.
![Ajwad Resto Ustadz Khalid Basalamah, Dahulukan Urusan Akhirat Ketimbang Dunia]()
Saat bisnis restorannya berjalan selama hampir tiga tahun, hitungan antara omzet dengan biaya operasional sewa dan pajak, ternyata tidak berimbang. Terlintas dipikirannya untuk menutup restoran.
Tiga bulan vakum, Ustadz Khalid mengaku tidak memiliki uang sepeser pun. Dilema yang dialami Ustadz Khalid saat itu, aset yang sudah cukup besar pada restorannya itu mungkin akan dilelang.
“Pindah ke tempat lain juga memerlukan uang untuk sewa, membuka kembali pun akan membutuhkan uang, tidak dibongkar pun mungkin akan dibongkar paksa,” kata dia dikanal Youtubenya.
Saat masa sulit itu, Ustadz Khalid mengaku mendapat godaan yang luar biasa. Ia mengatakan, sempat mendapatkan tawaran pinjaman melalui pesan singkat, termasuk pinjaman riba dan yang tidak jelas hukumnya dalam agama.
“Saya tidak pernah iya-kan. Saya hanya ikhtiar, berdoa sama Allah minta tawarkan kalau ada orang yang mau tanam saham sama saya,” katanya.
Di titik terendahnya itu, saat restorannya tutup sementara selama tiga bulan, pertolongan Allah SWT datang. Salah satu jamaah yang rutin mengukti ceramahnya lewat Youtube yang ternyata tinggal di Paris ini menyanggupi kerjasama dengan Ustadz Khalid terkait bisnis restorannya.
“Dia (jamaah) tanya, butuh berapa? Saya ceritakan bahwa restoran masih punya tunggakan sekitar Rp 168 juta dan setidaknya butuh sekitar Rp250 juta untuk memutar kembali restoran ini,” kisahnya.
Tapi cobaan tidak berhenti di sana, setelah deal dan mendapatkan dana segar, ternyata pihak dari Mall tempat Ustadz Khalid menyewa tempat menyatakan bahwa restoran itu harus ditutup dengan alasan telah vakum selama tiga bulan. Ia saat itu pun mengaku hanya bisa berdoa, dan dalam hatinya cenderung memutuskan untuk keluar.
Tidak jauh dari rumah orangtuanya di Jalan Raya Condet, Ustadz Khalid menemukan tempat yang cocok untuk membuka kembali usahanya. Usai melakukan survei lokasi dan mencapai kesepatakan, ia memutuskan untuk membuka kembali restorannya di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur.
![Ajwad Resto Ustadz Khalid Basalamah, Dahulukan Urusan Akhirat Ketimbang Dunia]()
Restorannya kembali dibuka, di ruko tiga lantai dengan interior dan sajian, bahkan nama menu makanannya pun disajikan bernuansa Timur Tengah, sepeti Kabsah Dajaj, Briyani Dajaj, Shorbah Lahm, Arabic Tea, Bathal, dan masih banyak lagi. Selain itu, dekorasi tempat makannya pun kental dengan dekorasi khas Timur Tengah, bilik yang bersekat juntaian tirai, dan juga lesehan dengan karpet dan tempat duduk berwarna merah.
“Pelajaran di sini adalah jalan keluar dari Allah itu ada ribuan. Nikmati saja setiap porsesnya, kalau ada penawaran yang haram tolak semua, dengan izin Allah pasti ada jalan keluarnya,” imbuhnya.
Bahkan Ustadz Khalid memberikan penawarannya kembali kepada jamaahnya untuk mengambil saham di restorannya itu sebesar 30 persen. Investor yang sekaligus jamaanya itu pun menyanggupinya.
“Saya tawarkan kembali ke beliau, kalau 10 persennya Rp250 juta, saya tawarkan30 persennya hanya RP650 juta. Subhanallah, yang tadinya saya tidak pegang uang sepeser pun, masuk uang Rp650 juta. Padahal orang ini saya tidak kenal sama sekali,” tuturnya.
Ustadz Khalid berpesan, setiap orang perlu memiliki keyakinan kepada Allah SWT. Sekaligus menikmati segala proses yang menjadi bagian dari takdir hidup, tidak perlu ada kekhawatiran rezeki dalam hidup karena semua sudah diatur Allah.
(zul)