LANGIT7.ID - Hafidz dan Imam muda Ibrohim Fadlannul Haq membagikan tips bagi para penghafal Al-Qur'an untuk menjaga hafalan agar tak mudah lupa.
Menurut pria yang akrab disapa Boim itu, tips memperlancar hafalan cuma satu, yakni murojaah atau mengulang hafalan. Memang terdengar mudah. Tapi, mengulang-ulang hafalan merupakan amalan yang sangat berat. Ini pasti dirasakan bagi siapa saja yang pernah menghafal Al-Qur'an.
"Bagaimana cara murojaah? yang pernah menghafal Al-Qur'an sudah pasti tau bagaimana cara murajaah. sayangnya banyak di antara kita yang sering melalaikan murojaah, dan kalau kita bertanya pada pribadi masing-masing yang sudah menghafal, pasti merasa sangat terlalu menyepelekan hafalan karena kurang murojaah," kata Boim, dikutip kanal youtube Ammar TV, Selasa (4/1/2021).
Malas murojaah merupakan ujian berat bagi para penghafal Al-Qur'an. Ada banyak penyebab, di antaranya maksiat. Imam Syafi'i saja pernah mengeluhkan hal itu. Ia merasakan sukar menghafal suatu ilmu. Saat bertanya kepada sang guru, Imam Waki', dia diminta meninggalkan maksiat.
"Makanya kita perlu pertolongan dari Allah Ta'ala, taufik dari-Nya agar bisa istiqomah dalam mengulang hafalan. Ulang hafalan sebanyak-banyak. Dalam sehari, kalau ada waktu kosong gunakan untuk murojaah hafalan kita," ujar Pria kelahiran Balikpapan itu.
Baca Juga: Tips Jitu untuk Pelajar, 4 Cara Cepat Hafal dan Susah Lupa
Boim juga memberikan tips kepada mereka yang tengah berproses menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hal penting yang harus diperhatikan adalah tidak menambah hafalan baru adalah memperlancar hafalan lama.
"Jangan sampai menambah hafalan kecuali kita telah memurojaah yang sudah dihafal sebelumnya. Baik itu murojaah dalam sekali baca, atau tanpa melihat mushaf. Tapi kalau mau mengejar target, boleh murojaah yang sudah dihafal secara berulang-ulang lalu melanjutkan hafalan baru," ucapnya.
Murojaah sembari melihat mushaf juga bisa dilakukan oleh para penghafal yang sudah khatam 30 juz. Ada dua tujuan utama metode ini, yakni mengusir rasa malas dan merefresh ingatan terhadap hafalan.
Ayat yang rutin dibaca akan melekat kuat dalam ingatan. Ibarat suatu jalan di perkampungan. Sekali lewat masih terasa asing, namun jika sudah berkali-kali jalan itu pun akan dihafal mati.
"Biasanya kan memurojaah hafalan yang sudah terlanjur lupa itu biasanya malas, maka itu baca aja, rutin baca, insya Allah nanti akan melekat. Karena sering baca akan teringa sendiri, dari situ muncul keinginan untuk menghafal dan melancarlan kembali yang dilupakan tadi," tutur Boim.
(jqf)