LANGIT7.ID - Ustadz Adi Hidayat (UAH) membagikan 4 cara agar otak cepat menghafal suatu ilmu dan tidak mudah lupa. Ini tentu menjadi impian semua para penuntut ilmu.
Menurut UAH, ada 4 sifat hafalan manusia. Empat sifat itu yakni cepat hafal sulit lupa, lambat hafal dan lambat juga lupa, cepat hafal tapi cepat lupa, dan lambat hafal dan cepat lupa.
Dia lalu menjelaskan tips agar seorang penuntut ilmu bisa cepat dalam menghafal dan tidak bisa lupa hafalan tersebut. Berikut tipsnya:
1. Meluruskan Niat Dinamika penuntut ilmu beraneka ragam. Ada orang yang menuntut ilmu Karena ingin menambah pengetahuan. Ada pula yang mengenyam pendidikan karena ingin mendapat ijazah dan bisa bekerja sebagai seorang profesional.
Dalam Islam, kedua hal tersebut tidak tepat. Poin pertama tidak dijamin bisa bertahan hingga tua nanti. Banyak lansia melupakan semua ilmu pengetahuan yang telah ia tempuh semasa muda.
“Kalau anda ingin ilmu yang melekat di dalam jiwa dan tidak pernah hilang, maka niatkan untuk Allah Ta’ala,” kata UAH, dikutip kanal YouTube Bamol TV, Selasa (4/1/2022).
Niat untuk Allah Ta’ala ini sangat penting. Sebab, Dia akan memberikan jalan-jalan kemudahan dalam menimba ilmu jika niatnya lurus. Berbeda jika niat itu hanya sebatas keinginan duniawi saja. Ilmu yang didapat akan berhenti di dunia dan tidak mengantarkan pada ridha-Nya.
“Jangankan yang susah, yang mustahil pun jika dilakukan karena Allah, maka akan dimudahkan oleh Allah. Jadi coba cek barangkali anak-anak terlambat menghafal, susah mengingat dalam pelajaran di sekolahnya, karena tidak diarahkan mengingat pelajarannya karena Allah,” kata UAH.
2. Bersungguh-sungguh Ini poin penting bagi setiap penuntut ilmu. Rasa malas hanya akan menutup pintu setiap ilmu yang hendak masuk. Kesungguhan bisa dilakukan dengan mencatat pelajaran, berdoa sebelum dan sesudah belajar.
3. Meningkatkan Amal ShalehDalam Islam, ilmu dan amal satu paket. Para sahabat menuntut ilmu karena ingin meningkatkan ibadah mereka kepada Allah Ta’ala. Demikian pula para ulama-ulama terdahulu.
Hal itu menjadikan ilmu yang mereka dapatkan menjadi berkah. Bahkan, sampai hari ini nama-nama para ulama tetap hidup di setiap kajian keilmuan. Perlu diingat, meningkatkan amal shaleh adalah inti dari semuanya. Ini Karena cahaya Allah Hanya akan diturunkan kepada orang-orang shaleh.
4. Meninggalkan dan Menjauhi Maksiat Imam Syafi’i dalam salah satu syairnya menceritakan kesukaran dalam menghafal. Ia lalu mengadu kepada sang guru, Imam Waki' Bin Jarrah, terkait itu hal. Imam Waki' menasehati Imam Syafi’i agar meninggalkan maksiat.
Hal itu dikarenakan ilmu adalah cahaya. Sementara cahaya Allah tidak akan masuk ke dalam hati orang-orang yang bermaksiat. Maka itu, meninggalkan dan menjauhi maksiat merupakan kewajiban bagi penuntut ilmu.
“Kalau anda bisa mengerjakan keempatnya, maka Insya Allah, Allah akan jaga kekuatan ingatan anda dan selalu berada dalam kebaikan,” pungkas UAH.
(jqf)