Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home community detail berita

Kenal Lebih Dekat dengan Pejuang Pulang Jumat Kembali Ahad, PJKA

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 07 Januari 2022 - 09:00 WIB
Kenal Lebih Dekat dengan Pejuang Pulang Jumat Kembali Ahad, PJKA
Komunitas PJKA. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pulang ke kampung halaman merupakan impian semua orang. Namun, banyak yang harus menunggu momen-momen tertentu untuk bisa kembali ke tanah kelahiran. Lantaran pekerjaan, umumnya menjadi alasan pekerja menunggu momen hari raya untuk berkumpul bersama keluarga di kampung.

Namun, hal tersebut berbeda dengan pejuang Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA), yang memanfaatkan libur akhir pekan untuk balik kampung. Jadwal rutin yang kerap dilakoni pejuang PJKA adalah pulang ke kampung di hari Jumat, dan kembali ke Jakarta untuk bekerja tiap Ahad.

Baca juga: Berawal dari Komunitas Gaming, Vector60 Kini Jadi Tim Esports Profesional

"Komunitas PJKA itu hanya semacam sebutan bagi para pelaju pekanan yang bekerja di Jakarta dan secara rutin pulang pergi setiap pekan dengan naik kereta. Karena sering naik kereta bersama, maka saling kenal, dan tumbuh rasa persaudaraan (paseduluran) antar sesama." kata Fikri Koordinator Brantas Familia dan Koordinator Raya Familia kepada Langit7, Kamis (6/1/2022).

Kapan asal mulai komunitas ini berdiri, Fikri mengaku tidak tahu pasti kapan tepatnya PJKA ini berdiri.

"Secara spesifik, lupa kapan bergabung dengan Komunitas PJKA karena tidak ada keanggotaan yang jelas atau tidak ada Kartu Tanda Anggota (KTA) dan semacamnya," imbuhnya.

Umumnya orang yang bergabung dengan komunitas PJKA bertujuan agar memiliki teman ketika dalam perjalanan, begitu juga dengan Fikri.

"Secara umum untuk memupuk persaudaraan sesama pelaju jarak jauh, teman ngobrol selama perjalanan, dan saling berbagi suka dan duka bersama sehingga bisa saling bantu membantu dalam kondisi tertentu," ucap Fikri.

Ia menambahkan, selama bergabung dengan PJKA ia menemui banyak rasa suka dan senang, lantaran mendapat banyak saudara dan teman baru.

"Saling bantu membantu mendapatkan tiket di hari-hari yang sulit (libur long weekend, libur akhir tahun, libur lebaran, dll). Kalau Ramadhan buka dan sahur bersama di kereta. Shalat jamaah bersama. Sharing di perjalanan. Kalaupun ada duka adalah jika ada teman PJKA yang meminjam uang (utang) tapi kemudian ngilang atau tidak dikembalikan," jelasnya.

Tak hanya itu, mereka juga kerap melakukan protes jika ada kebijakan PT KAI yang dianggap kurang tepat.

"Kalau bagi PJKA perempuan apalagi sedang hamil, secara umum diprioritaskan untuk mendapatkan tempat duduk yang lebih nyaman. Saling menjaga barang sepanjang perjalanan. Menjadi pihak perwakilan konsumen kereta ketika ada kebijakan dari PT KAI yang kurang tepat untuk mengajukan peninjauan kembali, protes, atau sejenisnya. Intinya nyaris semuanya suka," katanya.

Sebelum pandemi, tiap pekan setidaknya ada sekitar 1.000 orang yang melaju menggunakan kereta atau bus dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kalau saat dengan moda transportasi kereta, dalam 1 rangkaian kereta Brantas, Bengawan, dan Progo, setidaknya separuhnya merupakan anggota PJKA. Jadi diperkirakan sekitar 1.000 orang yang melakukan mobilisasi perjalanan tiap pekannya," katanya.

Namun, sejak pandemi COVID-19 melanda, jumlah pelaju pekanan mengalami perubahan.

"Setelah pandemi, data jumlah peserta tidak terlihat karena berbagai macam alasan. Ada yg menggunakan kendaraan pribadi, ada yang Work From Home (WFH), bahkan, ada yang terpaksa tidak pulang selama berbulan-bulan," imbuhnya.

Baca juga: Langit7 Dukung Komunitas Sepak Bola Salute 46 FC

Fikri yang berasal dari Solo, sebelum pandemi selalu rutin pulang ke kampung halamannya di tiap pekan menggunakan moda kereta api. Aktivitas ini sudah dilakoninya sejak 2012 lalu, saat dirinya belum berkeluarga.

"Setelah adanya tol trans Jawa, sekitar tahun 2018 pertengahan, dan mulai naiknya tiket kereta api karena banyak kereta yang dicabut Public Service Obligation (PSO) atau semacam subsidinya, berpindah ke moda transportasi bus malam," jelasnya.

Di balik PJKA, ada beberapa sub komunitas yang mengelompokkan diri sesuai daerah asal. Seperti Brantas Familia yang merupakan pejalan pekanan yang menggunakan KA Brantas dengan tujuan Stasiun Pasar Senen - Blitar.

Ada juga komunitas Progo sebagai pengguna KA Progo yang memiliki tujuan Stasiun Pasar Senen - Lempuyangan, Yogyakarta. Selain pengguna kereta, komunitas PJKA juga bagian dari pengguna bus Raya, dengan tujuan Jawa Tengah. Sub komunitas ini berisi pengguna yang beralih dari kereta api ke moda transportasi bus.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan