LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid An Nahl Bumi Serpong Damai (BSD) memiliki sejarah panjang dalam perjalanannya. Masjid ini berawal dari rumah toko (ruko) kemudian dialihfungsikan mejadi masjid karena tidak ada fasilitas masjid yang dibangun di daerah tersebut.
Pengelola memang tidak membuat masjid di perumahan elit 'Icon BSD City'. Hal itu dikarenakan jumlah penduduk muslim di sana minoritas hanya sekitar kurang dari 20 persen. Kemudian ada orang berinisiatif membeli dua ruko yang beralamat di Ruko Horizon Broadway.
Dua ruko tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi masjid. Ruangan utama masjid tempat shalat laki-laki sebetulnya adalah tenda semi permanen sehingga arah kiblatnya menyerong ke kanan.
Baca Juga: Kuwait Terapkan Pembatasan Fisik untuk Acara Massal dan Masjid"Awalnya dulu sebatas tenda dan mau dibongkar oleh developer, namun alhamdulillah orang-orang baik yang kurang dari 20 persen itu bersatu mempertahankan masjid ini," kata pengelola Masjid An Nahl, Abi saat ditemui
Langit7, Jumat (7/1/2022).
Alih fungsi dari ruko menjadi masjid dimulai pada tahun 2014 hingga tahun 2015. Berawal dari keinginan masyarakat untuk shalat terawih, namun tidak ada masjid yang ada hanyalah ruko. Kemudian dibangunlah masjid sementara di ruko itu hanya beratapkan tenda.
"Kita harus membuka mata bahwa perumahan yang cukup elit tidak ada masjidnya," kata Abi.
Abi mengatakan Masjid An Nahl tidak fokus terhadap bangunan masjid. Melainkan bagaimana membuat berbagai program untuk menyejahterakan masyarakat, baik yang dekat masjid maupun yang jauh dari masjid itu.
Baca Juga: BUMN Sinergikan Program Kewirausahaan untuk Pesantren"Masjid rata-rata sekarang hanya melihat dari fisik, padahal di sirah nabawi dijelaskan, masjidnya Rasulullah itu nggak beratap dan alasnya pelepah kurma, tapi bisa menjadi pusat peradaban dan menaklukan dunia," ujar Abi.
Salah satu kegiatan terbaik masjid An Nahl yang terlaksana sebelum pandemi Covid-19, yakni mengadakan program i'tikaf selama satu bulan. Masjid tersebut memberi semua kebutuhan para penghafal Qur'an yang berjumlah kurang lebih 400 orang selama 30 hari non-stop. Program itulah yang membuat masjid An Nahl viral hingga didatangi berbagai stasiun televisi ke sana.
"Kita hanya berharap bagaimana para penghafal Al-Qur'an itu kita muliakan," ujar Abi.
Baca Juga: Langit7 Dukung Komunitas Sepak Bola Salute 46 FC(zhd)