Langit7, Jakarta - Sepanjang 2021, penjualan mobil nasional yang menjadi bagian program stimulus Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) terus mengalami peningkatan.
Periode Maret-November 2021, penjualan mobil mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sebanyak 189.364 unit.
Baca juga: Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Sinergi di G20 dan ASEANAngka pertumbuhan itu juga turut dirasakan sektor industri alat angkut. Di mana pada triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan 45,2 persen, sementara pada triwulan III-2021 pertumbuhannya mencapai 27,8 persen secara tahunan (yoy).
“Selain itu, 319 perusahaan industri komponen tier 1, serta industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah (IKM), bisa terlibat dalam proses manufaktur dengan adanya kebijakan diskon PPnBM tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dilansir dari laman resmi Kemenperin, Senin (10/1).
Adapun kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas di bawah 1.500 cc, dengan harga penjualan kisaran Rp250 juta menguasai segmen pasar sekitar 60 persen. Hal itu menunjukkan, kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri, dan sesuai dengan daya beli masyarakat.
"Kami berpendapat mobil dengan harga di bawah Rp250 juta bukan lagi merupakan barang mewah, tapi telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Dukung Perekonomian Umat, DD Tekno Perkuat Fitur Aplikasi Masjed.idUntuk itu, pihaknya mengusulkan agar mobil dengan harga penjualan di bawah Rp250 juta dan
local purchase minimal sebesar 80 persen tidak dikenai PPnBM mulai 2022.
“Hal ini dapat menjaga kelangsungan industri otomotif di tahun 2022 dan selanjutnya. Kebijakan stimulus PPnBM DTP terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri kompenen otomotif,” ujarnya.
Agus menambahkan, tingkat kandungan lokal yang tinggi menunjukkan produksi mobil tersebut juga mendukung pertumbuhan industri komponen di dalam negeri.
Seperti diketahui, saat ini terdapat sekitar 550 perusahaan industri komponen Tier 1 dan 1.000 perusahaan industri komponen Tier 2 dan 3, yang sebagian besar adalah IKM.
“Selain itu, dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi, industri mobil di Tanah Air makin berpeluang menjadi basis ekspor kendaraan, terutama bagi negara berkembang,” tambahnya.
Baca juga: Upaya Pemerintah Atasi Masalah Ketersediaan Lapangan Kerja dan Dunia Usaha(zul)