Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 14 Maret 2026
home masjid detail berita

Dosen Unusia: Perbedaan Itu Sejatinya Sunatullah

Jaja Suhana Selasa, 11 Januari 2022 - 09:40 WIB
Dosen Unusia: Perbedaan Itu Sejatinya Sunatullah
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Dr Tohirin, menyampaikan bahwa perbedaan merupakan sunatullah (ketetapan Allah). Oleh karena itu orang yang tidak dapat menerima perbedaan sejatinya menentang sunatullah.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cisauk memberikan pandangan bahwa Islam sangat menerima perbedaan. Hal itu berdasarkan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 256, la ikraha fiddin (tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam) dan firman-Nya dalam surat Al Kafirun ayat enam, lakum dinukum waliyadin (untukmu agamamu dan untukku agamaku).

"Jadi perbedaan itu sudah sunatullah. Ada siang ada malam, ada hidup dan ada mati," ujar Tohirin saat dihubungi Langit7, Selasa (11/1/2022) pagi.

Baca Juga: Imam Shamsi Ali Ungkap 8 Tantangan dan Peluang Dakwah di Amerika

Dalam sejarah, lanjutnya, Nabi Muhammad Sawa pun dihadapkan pada banyak perbedaan. Misalnya pada saat ia hijrah ke Madinah, di sana terdapat perbedaan agama, ras, dan budaya. Terdapat agama Nasrani, Yahudi, dan agama lokal di Madinah.

Saat itu nabi tidak memusuhi atau menolak perbedaan, melainkan merangkulnya. Bahkan Nabi Muhammad Saw mengajak semua elemen masyarakat bekerja sama mempertahankan Negara Madinah dari ancaman luar.

"Saat itu nabi mengajak semuanya bahu-membahu mempertahankan negara Madinah tanpa membeda-bedakakan," ujar Tohirin.

Baca Juga: Ini Perbedaan Konsep Iman Mu’tazilah dengan Ahlussunnah

Menurut dia, dalam konteks bangsa Indonesia yang memiliki banyak keragaman agama, budaya, ras, dan bahasa, semua elemen masyarakat harus bergotong royong untuk memajukan bangsa Indonesia tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lain. Tohirin juga menilai permasalahan seperti sesajen ini memang tidak harus selalu diselesaikan di ranah kepolisian, bisa saja tokoh agama memberikan nasihat kemudian masalahnya selesai.

"Namun kasus seperti penendangan sesajen ini memang harus diselesaikan, karena sudah kadung viral. Kalau tidak diselesaikan, dikhawatirkan akan terjadi disharmoni antara umat Islam dan umat Hindu," ujar Tohirin.

Baca Juga: Kopi Manis Plus Gula Aren Lebih Baik? Tengok Ulasannya

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 14 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:05
Ashar
15:11
Maghrib
18:09
Isya
19:18
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)