Menurut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini Buya Anwar Abbas, Buya Syafii adalah tokoh intelektual yang langka di Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berintegritas, tidak haus harta dan kekuasaan.
Ketua PP Muhamamdiyah, Prof. Haedar Nashir mengatakan almarhum Ahmad Syafi'i Maarif atau Buya Syafii dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi moral dan akal serta peradaban mulia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nahsir akan melepas almarhum Prof. Ahmad Syaii Maarif atau Buya Syafii ke pemakaman dari Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.
Direktur Halal Science Center IPB, Prof Khaswar Syamsu menyebutkan, sumber daya insani berperan penting dalam pengembangan industri pangan halal di Tanah Air.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meminta Muhammadiyah mengarap sektor ekonomi, bisnis, dan wirausaha, terutama di bidang industri halal dan pariwisata. Permintaaan ini bukan tanpa alasan, sebab di sektor ini kaum muslimin masih tertinggal.
Haedar menjelaskan, ayat ini berisi dua sisi bahwa manusia bisa jadi pembangun, tapi juga bisa menjadi perusak. Fungsi kekhalifahan adalah menghilangkan sisi merusak itu sehingga menjadi manusia pembangun.
Buya Syafii sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sejak 1 Maret 2022. Dugaan awal, Buya mengalami serangan jantung ringan.
Menurut dia, perang melawan Islamophobia dapat dilakukan dengan pendekatan hukum melalui penguatan peraturan. Komisi Hukum MUI bisa melakukan pendekatan dengan anggota legislatif untuk melakukan somasi dan penuntutan kepada mereka yang melakukan tindakan Islamophobia.
Dalam penetapan awal Ramadhan, tiga organisasi massa (ormas) Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah, Persatuan Islam Persis), dan Nahdatul Ulama (NU), memprediksi penetapan 1 Ramadhan 1443 Hijriyah antara tanggal 2 atau 3 April 2022.
Haedar menilai, peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Olehnya, masyarakat dan umat Islam di Indonesia tidak terpengaruh dengan berbagai informasi menyesatkan terkait konflik.
PP Muhammadiyah menyebut perang Rusia dan Ukraina bukan masalah agama sehingga umat Islam tidak perlu sampai terprovokasi masalah kedua negara tersebut.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah prihatin dengan invasi yang dilakukan Rusia ke wilayah Ukraina. Peperangan tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.