LANGIT7.ID, Jakarta - PP
Muhammadiyah menekankan pentingnya peran ekonomi dalam kekuatan umat. Tujuannya untuk kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, kekuatan dan kemandirian umat dinilai tidak cukup jika hanya melalui dakwah amar makruf nahi munkar saja.
"Tapi juga perlu disertai dengan kemampuan daya tawar tinggi, dalam relasi sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Ekonomi menjadi niscaya, jika umat Islam ingin bersaing dengan golongan lain," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/2/2022).
Baca Juga: Investasi Pada Masa Rasulullah, Bisa Untung Meski Tak Punya UangMenurut dia, ekonomi memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan. Selain itu, umat Islam juga harus memiliki kemampuan menguasai ekonomi, jika ingin masuk dalam kancah kekuasaan politik.
Dia menyayangkan, umat Islam yang kenyataannya saat ini masih tertinggal di bidang ekonomi. Bahkan, kemiskinan yang masih melekat dengan kaum muslim.
"Perjuangan di bidang ekonomi umat, membangun kemandirian ekonomi umat, itu merupakan bentuk jihad dan dakwah amar makruf nahi munkar yang sama pentingnya dengan bidang lain," ujarnya.
Baca Juga: Alasan Cendekiawan Muslim Dunia Larang Uang KriptoMenurutnya, membangun kekuatan ekonomi Islam masih menjadi PR bersama, termasuk Muhammadiyah. Terlebih, ekonomi juga sering disebut berpengaruh banyak dalam politik.
Untuk itu, pihaknya mengaku akan terus memperkuat usaha di bidang bisnis Muhammadiyah. Hal itu dilakukan demi membangkitkan ekonomi umat dan bangsa, sehingga menjadi kekuatan yang berdaulat dan berdikari di negeri sendiri.
(bal)