LANGIT7.ID, Jakarta - Informasi tentang kepastian awal Ramadhan selalu dinanti umat Islam menjelang bulan puasa. Sehubungan dengan hal ini, Kementerian Agama selaku pemegang otoritas baru akan menggelar sidang isbat pada Jumat, 1 April 2022.
Bila merujuk Kementerian Agama, maka kepastian kapan awal puasa Ramadhan baru dapat diketahui pada Jumat besok. Sebagaimana biasa, sidang yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementeran Agama ini akan didahului dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag.
Pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah digelar secara tertutup setelah Salat Magrib. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 101 lokasi di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Warung Makan Tak Perlu Tutup Saat Ramadhan, MUI: Jangan Sweeping"Telekonferensi pers hasil sidang isbat akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media sosial (medsos) Kemenag," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib dikutip keterangan pers, Kamis (31/3/2022).
Sementara, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hilal terlihat pada Jumat, 1 April 2022 kecil untuk teramati. Hal ini berdasarkan ilmu astronomi dan data rekor Hilal yang teramati oleh BMKG sejak tahun 2008.
BMKG memaparkan, tinggi hilal tertinggi di Indonesia pada 1 April 2022 adalah 2,19 derajat dinilai masih sangat rendah. Kemudian, elongasi terbesar di Indonesia pada 1 April 2022 adalah 3,46 derajat dan umur bulan tertua di Indonesia pada 1 April 2022 adalah 5,39 jam dan dinilai masih sangat muda.
Baca Juga: Masjid Sultan, Masjid Terbesar dan Termegah di SingapuraKemudian, berdasar kriteria baru yang digunakan Kementerian Agama, yakni kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura belum memenuhi kriteria. Artinya, rukyatul hilal pada saat Maghrib 1 April berpotensi tidak terlihat.
Selama ini, kriteria hilal awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Penjelasan ini sebagaimana diungkapkan Peneliti astronomi dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR Lapan) BRIN, Thomas Djamaluddin, “Kalaupun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 H kemungkinan besar pada 3 April 2022,” kata Thomas.
Kapan Awal Puasa Ramadhan Menurut Ormas Islam Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 1443 H jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Hal tersebut tercantum dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, dan Sekretaris Agung Danarto.
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) melalui surat edaran menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1443 H ditetapkan pada Sabtu, 2 April 2022. Kendati demikian, jika saat terbenam matahari pada tanggal 1 April 2022 hilal tidak terlihat, 1 Ramadhan 1443 H ditetapkan pada hari Ahad, 3 April 2022.
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) belum menentukan awal Ramadhan jatuh pada tanggal berapa. Kendati demikian, selama ini dalam menentukan awal Ramadhan Nahdatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyat dalam menghitung jatuhnya bulan baru, termasuk dalam menentukan awal bulan Ramadhan.
Baca Juga: Pertandingan Hidup-Mati: PSS, Persipura, Barito Siapa Terdegradasi?(zhd)