Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Setiap Muslim dianjurkan untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Barang siapa beribadah pada setiap malam dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, karena keimanan dan keikhlasan maka ia pasti mendapatkan Lailatul Qadar sama saja apakah terjadi di awalnya, pertengahannya ataupun akhirnya.
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani cenderung mengatakan malam turunnya lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, tepatnya malam 27 Ramadhan. Sementara Imam Syafii berpendapat pada 21 Ramadan.
Pada malam Lailatul Qadar para malaikat menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya berarti bahwa ia akan selalu disertai oleh malaikat sehingga jiwanya selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Pendapat tersebut ditolak oleh mayoritas ulama dengan berpegang pada teks ayat Al-Quran serta sekian banyak teks hadis yang menunjukkan bahwa Laylat Al-Qadr terjadi pada setiap bulan Ramadan.
Kalau dilihat pemakaian Al-Quran tentang hal-hal yang menjadi objek pertanyaan, maka kesemuanya adalah hal-hal yang sangat hebat dan sulit dijangkau hakikatnya secara sempurna oleh akal pikiran manusia.
Surah ini secara umum berisi tentang proses nuzul al-Quran pertama kali ke langit dunia dari lauhul mahfuz dan bercerita tentang kemuliaan lailatul qadar di mana para malaikat berbondong-bondong turun ke dunia.
Masih ada yang bertanya-tanya tentang waktu turunnya Al-Qur'an: Pada malam Lailatul Qodar apa tanggal 17 Ramadhan? Pertanyaan ini muncul karena pada Surat Al-Qadar disebutkan Al-Quran turun pada malam Lailatul Qodar.
Lailatul Qadar merupakan malam saat rahmat Allah Ta'ala turun sangat deras. Malam ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk menghidupkan sepertiga terakhir Ramadhan
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa pada bulan suci Ramadhan. Selain malam diturunkan Al-Quran, orang yang beribadah pada malam itu juga akan mendapatkan ganjaran
Itikaf merupakan ibadah yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan. Itikaf dilakukan di masjid. Bisa 24 jam atau hanya mengambil malamnya saja.