Puncak program tersebut digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Quran (STIQ) Ar-Rahman, Desa Sukasirna, Jonggol, Jawa Barat pada Ahad (24/7/2022). Di daerah tersebut, AQL Peduli menarget 300 anak yang akan ikut serta.
Dalam membangun 14 masjid di berbagai titik tersebut, telah berdiri juga masjid-masjid yang berada di wilayah relokasi bencana yang dihuni sekitar 1.000 jiwa seperti di Palu, Sigi, dan Cipendawa.
Majelis Tadabbur Al-Quran juga menjadi nyawa utama AQL. Berbagai majelis tadabbur sudah digelar sejak berdiri, mulai di Jakarta, Sulawesi, Sumatera, hingga Bali.
Tentu sangat beruntung orang-orang yang wajahnya berseri, lantaran amalan dan ikhtiarnya menggapai ridha Allah di dunia, diterima Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah wajah calon penghuni surga.
Surat Al-Fatihah selesai dibaca, dilanjut Surat Al-Baqarah, lalu surat-surat berikutnya. Saat tiba di Surat Al-Isra, seorang santri maju ke depan memimpin santri-santri lain membaca ayat pertama hingga akhir.
Tidak ada siapapun di dunia ini ini pantas disembah. Kita menghambakan diri dengan tawakal hanya kepada Allah. Di sini Allah mengajarkan manusia untuk mensucikan jiwa kita dengan satu kalimat dalam Alquran: Tauhid.
Ketua Pelaksana, Rina Wulandari mengatakan bahwa rangkaian acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. Khususnya wanita yang saat ini masih banyak yang minim sekali pengetahuan akan pentingnya kesehatan reproduksi.
Di bidang kemanusiaan, AQL memiliki lembaga sosial AQL Peduli dan AQL QurbanCare. AQL Peduli fokus terjun ke lapangan saat ada bencana dan membuka jalan untuk daerah dakwah AQL ke Depan.
Open house ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antara jemaah dengan UBN. Salah seorang putra UBN, Khalifah Al Rasyid mengatakan kegiatan open house ini rutin digelar UBN setiap Idul Fitri.
Selepas Ramadhan, mereka sungguh-sungguh menjadi hamba Allah Swt yang berupaya komitmen dengan keimanan. Kemudian, selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an.
Tadabbur sangat penting untuk memahami kandungan Al-Quran. AQL ingin siswa memiliki cara berbeda dalam interaksi dengan Al-Quran ketimbang pelajar umum.
UBN mengingatkan, orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang membaca Al-Quran secara tartil, membaca dengan hati tenteram, dan menikmati dengan penuh keimanan.
Dikatakan UBN, selama ini predikat Ramadhan sebagai bulan puasa begitu melekat di kalangan umat Islam. Padahal Ramadhan itu bulan Qur'an. Sementara Ramadhan sebagai bulan puasa adalah predikat kedua.