Anggota Majelis Penasihat PP Persis ini mengatakan, melaksanakan ibadah hanya kepada Allah harus diikuti dengan perbuatan baik dan taat kepada Rasulullah SAW.
Masjid merupakan tempat suci yang sangat dicintai Allah SWT. Sebagai tempat ibadah dan mulia, masjid harus diisi dengan hal-hal positif dan Allah melarang perbuatan negatif sekecil apapun di masjid.
Berdasarkan kajian tafsir Ibnu Katsir, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang menjelaskan sesunggunya Allah Ta'ala menyatakan dzatNya bersih bagi Dia anak atau serikat dalam kerajaanNya.
Hukum yang tertuang dalan Al-Qur'an memiliki fungsi sebagai membatasi kaum mukmin dari sifat merugi yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Hukum juga disebut sebagai syariat karena guna menuntun ke jalan hidup yang lurus.
Allah SWT memberi petunjuk bagi seluruh makhluk hidup ciptaan-Nya. Dan Allah mengatur segala urusan yang Dia ciptakan. Hal tersebut tertuang dalam penggalan surat An-Nur ayat 35:
Cara mereka mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala itu dengan perantara menyembah berhala untuk kemudian dianggap sebagai Tuhan. Hal tersebut juga seperti yang diterangkan dalam surat Az-zumar.
Pendakwah Ustaz Firanda Andirja menjelaskan, Allah sangat membenci sifat culas dalam berniaga. Karena itu Allah pun akan memberikan hukuman yang berat bagi siapapun yang melakukan tindakan itu.
KH Zae Nandang menuturkan, Allah akan memberi taubat kepada setiap mukmin yang kerap berbuat salah karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kemudian Allah mensucikan kembali mereka.
Pada dasarnya Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi manusia untuk keselamatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, sebaliknya, manusia harus berbangga dengan adanya Al-Qur'an sebagai petunjuk.
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut merupakan adab bagaimana seharusnya seorang muslim bertamu ke rumah orang lain.
Haedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid.
KH Zae Nandang menambahkan, setiap muslim perlu menjaga kefokusan agar tetap khusyuk. Dalam salat memang terkadang sering kali memikirkan hal lain, namun kita harus dapat mengendalikan pikiran tersebut agar kembali khusyuk.
Merujuk pada tafsir Ibnu Katsir dari ayat tersebut, pendakwah Ustaz Oemar Mita mengatakan, surat Al-Quraisy menceritakan tentang suku dan qabilah Rasulullah SAW berasal, yakni suku Quraisy.