Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dr Bernie Endyarni Medise, tak menyarankan lato-lato dimainkan anak usia balita karena kemampuan motoriknya belum baik.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Koentjoro, menilai, permainan lato-lato yang belakangan ini viral bisa mengurangi ketergantungan anak untuk bermain gawai atau handphone (HP). Fokus bisa teralihkan ke permainan tradisional tersebut.
Meski seringkali bunyi yang ditimbulkan cukup mengganggu, tapi jangan melarang anak bermain lato-lato. Orangtua cukup mengarahkan dan mengawasi permainan agar tidak menimbulkan dampak negatif saat dimainkan.
Anggota Komisi X DPR, Debby Kurniawan, mendukung kebijakan sejumlah sekolah yang melarang siswanya membawa mainan lato-lato saat kegiatan belajar. Debby menilai siswa yang membawa mainan tersebut membuat fokus belajar berkurang.
Sama seperti Indonesia, awal 1970-an, lato-lato pernah populer di Calcinatello, sebuah provinsi kecil di Italia dengan populasi 12.832 orang. Bahkan, kota itu juga mengadakan kompetisi tahunan untuk penggemar lato-lato.
Psikolog, Dara Mutia Ulfah, mengatakan lato-lato bermanfaat untuk membantu mengatur gerak motorik pada anak, seperti kecepatan, perencanaan, dan ritme gerakan.
Penghujung tahun 2022, permainan tradisional anak-anak, Lato-lato menjadi tren. Meski belakangan menjadi tren, namun sejatinya permainan tradisional ini sudah dikenal sejak tahun yan1990-an.