LANGIT7.ID,- Jakarta - Mainan zaman dahulu (jadul) bernama
clackers atau dikenal sebagai
lato-lato kini kembali viral dan menjadi daya tarik bagi banyak anak-anak, tak terkecuali di
Indonesia.
Permainan ini tampak asyik dimainkan. Meski terlihat mudah, faktanya setiap orang perlu memainkannya beberapa kali agar bisa menyeimbangkan kedua bola supaya menghasilkan bunyi ‘klak’ dan putaran yang tepat.
Baca juga: Manfat Bermain Lato-Lato, Psikolog: Meningkatkan Fokus pada AnakSama seperti Indonesia, awal 1970-an, lato-lato pernah populer di Calcinatello, sebuah provinsi kecil di Italia dengan populasi 12.832 orang. Bahkan, kota itu juga mengadakan kompetisi tahunan untuk penggemar lato-lato.
Melansir Groovy History, Jumat (30/12/2022), lato-lato ternyata pernah menjadi mimpi buruk banyak orangtua di Amerika Serikat akhir tahun 60-an hingga awal 70-an. Berbeda dengan sekarang, lato-lato zaman itu terbuat dari kaca yang juga digantung oleh tali sederhana.
Selain gangguan suaranya yang seolah bikin migrain, lato-lato bisa meledak karena anak-anak terlalu riuh memainkannya.
Dulu, lato-lato terbuat dari kaca tempered tapi lebih pecah sehingga dapat melukai pemain. Oleh karena itu produsen beralih ke plastik.
Sayangnya, peralihan ke plastik tidak menyelesaikan masalah. Lato-lato plastik cenderung meledak lebih sering daripada yang kaca.
Baca juga: Didukung Sang Nenek, Anak Ayudia Bing Slamet Ikutan Tren Lato-LatoSeperti yang dilaporkan New York Times pada 12 Februari 1971, setidaknya empat anak cedera, hingga Food and Drug Administration (FDA) sempat mengeluarkan peringatan publik terhadap permainan tersebut.
Meski lato-lato bukan makanan atau obat, FDA memiliki wewenang untuk melindungi orang dari hal-hal berbahaya seperti mainan yang mengandung bahaya kimia, mudah terbakar, atau radioaktivitas.
Tiga tahun kemudian, FDA dikuatkan dengan "Undang-Undang Perlindungan Anak dan Keselamatan Mainan" sehingga bisa melarang penjualan mainan yang dianggap berbahaya.
Baca juga: Penghujung Tahun, Permainan Tradisional Lato-Lato Jadi Tren(est)