Penemuan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim as merupakan penemuan manusia yang terbesar, dan yang tidak dapat diabaikan oleh para ilmuwan atau sejarawan.
Di antara dosa yang besar, yang ditunjukkan dan anjurkan al-Quran agar kita segera bertobat darinya adalah: dosa menyembunyikan kebenaran serta tidak menjelaskannya kepada manusia.
Unsur atau faktor pertama tobat adalah unsur pengetahuan. Yang tampak dalam pengetahuan manusia akan kesalahannya dan dosanya ketika ia melakukan kemaksiatan kepada Rabbnya
Alquran menguraikan berbagai persoalan hidup antara lain menyangkut alam raya. Tidak kurang dari 750 ayat yang secara tegas menguraikan hal-hal itu. Jumlah ini tidak termasuk ayat-ayat yang menyinggungnya secara tersirat
Quraish Shihab mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan sudah sedemikian pesatnya, sehingga dari faktor ini saja pemahaman terhadap redaksi Al-Quran dapat berbeda-beda.
Untuk memahami arti suatu kata dalam rangkaian redaksi suatu ayat, seorang terlebih dahulu harus meneliti apa saja pengertian yang dikandung oleh kata tersebut.
Sejarah membuktikan bahwa Galileo --ketika mengungkapkan penemuan ilmiahnya-- tidak mendapat tantangan dari satu lembaga ilmiah, kecuali dari masyarakat di mana ia hidup.
Quraish Shihab menjelaskan, tidak sedikit ayat Al-Quran yang berbicara tentang manusia bahkan manusia adalah makhluk pertama yang telah disebut dua kali dalam rangkaian Wahyu Pertama (QS 96:1-5).
Di luar itu, keprihatinan muncul jika jumlah yang banyak itu tidak diimbangi dengan mutu sumber daya insani yang unggul. Tantangan saat ini adalah bagaimana membudayakan semangat maju, meningkatkan kualitas umat.
Dewasa ini diakui oleh ahli-ahli sejarah dan ahli-ahli filsafat sains bahwa sejumlah gejala yang dipilih untuk dikaji oleh komunitas ilmuwan sebenarnya ditentukan oleh pandangan terhadap realitas atau kebenaran yang telah diterima oleh komunitas tersebut.
Seseorang tidak dapat membenarkan satu teori ilmiah atau penemuan baru dengan ayat-ayat Al-Quran. Kalau demikian, apakah Al-Quran harus dipahami sesuai dengan paham para sahabat dan orang-orang tua kita dahulu?
Dalam proses memadukan ilmu pengetahuan dan agama, sebagian cendekiawan Muslim membawa hasil-hasil penyelidikan ilmu pengetahuan kepada Al-Quran kemudian mencari-carikan ayat-ayat yang mungkin menguatkannya.