Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ketika Cendekiawan Muslim Mulai Mempelajari Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Yunani

miftah yusufpati Kamis, 22 Mei 2025 - 16:01 WIB
Ketika Cendekiawan Muslim Mulai Mempelajari Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Yunani
Sejarah pemikiran Islam teologi rasional yang dipelopori oleh kaum Mutazilah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Tatkala datang ke Timur Tengah pada abad keempat sebelum Masehi, Aleksander Yang Agung membawa bukan hanya kaum militer tetapi juga kaum sipil. Tujuannya bukanlah semata-mata meluaskan wilayah kekuasaannya ke luar Makedonia, tetapi juga menanamkan kebudayaan Yunani di daerah-daerah yang dimasukinya.

"Untuk itu, ia mengadakan pembauran antara orang-orang Yunani yang dibawanya dengan penduduk setempat," tulis Filsuf, Prof Dr Harun Nasution (1919-1998) dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" Bab "Filsafat Islam".

Dengan cara demikian, katanya, berkembanglah filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani di Timur Tengah, dan timbullah pusat-pusat peradaban Yunani seperti Iskandariah (dari nama Aleksander) di Mesir, Antakia di Suriah, Selopsia serta Jundisyapur di Irak, dan Baktra (sekarang Balkh) di Iran.

Menurut Harun, ketika para sahabat Nabi Muhammad menyampaikan dakwah Islam ke daerah-daerah tersebut, terjadi peperangan antara kekuatan Islam dan kekuatan Kerajaan Bizantium di Mesir, Suriah serta Irak, dan kekuatan Kerajaan Persia di Iran.

Daerah-daerah ini, setelah kekuatan Islam menang dalam peperangan tersebut, jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Akan tetapi penduduknya, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan bahwa kewajiban umat Islam hanyalah menyampaikan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi, tidak dipaksa para sahabat untuk memeluk Islam. Mereka tetap memeluk agama mereka semula, terutama yang menganut agama Nasrani dan Yahudi.

Baca juga: Profil Singkat KH Said Aqil Siradj, Sosok Muslim Cerdas di Bidang Filsafat Islam

Dari warga negara non-Islam ini timbul satu golongan yang tidak senang dengan kekuasaan Islam dan oleh karena itu ingin menjatuhkan Islam.

Mereka pun menyerang agama Islam dengan mengajukan argumen-argumen berdasarkan filsafat yang mereka peroleh dari Yunani. Dari pihak umat Islam timbul satu golongan yang melihat bahwa serangan itu tidak dapat ditangkis kecuali dengan menggunakan argumen-argumen filosofis pula. Untuk itu, mereka mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani. Kedudukan akal yang tinggi dalam pemikiran Yunani mereka temukan sejalan dengan kedudukan akal yang tinggi dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Dengan demikian, timbullah di panggung sejarah pemikiran Islam teologi rasional yang dipelopori oleh kaum Mu’tazilah. Ciri-ciri dari teologi rasional ini ialah:

1. Kedudukan akal sangat tinggi, sehingga mereka tidak mau tunduk kepada arti harfiah dari teks wahyu yang tidak sejalan dengan pemikiran filosofis dan ilmiah. Mereka meninggalkan arti harfiah teks dan mengambil arti majazinya. Dengan kata lain, mereka meninggalkan arti tersurat dari naskah wahyu dan mengambil arti tersiratnya. Mereka dikenal banyak menggunakan takwil dalam memahami wahyu.

2. Akal menunjukkan kekuatan manusia, maka akal yang kuat menggambarkan manusia yang kuat, yaitu manusia dewasa. Manusia dewasa, berbeda dengan anak kecil, mampu berdiri sendiri, mempunyai kebebasan dalam kehendak serta perbuatan, dan mampu berpikir secara mendalam. Karena itu, aliran ini menganut paham qadariyah, yang di Barat dikenal dengan istilah free-will and free-act, yang membawa kepada konsep manusia yang penuh dinamika, baik dalam perbuatan maupun pemikiran.

Baca juga: Al-Quran di Tengah Perkembangan Filsafat Menurut Quraish Shihab

3. Pemikiran filosofis mereka menekankan konsep Tuhan Yang Maha Adil. Maka keadilan Tuhan menjadi titik tolak pemikiran teologi mereka. Keadilan Tuhan membawa mereka kepada keyakinan akan adanya hukum alam ciptaan Tuhan, yang dalam Al-Qur’an disebut Sunnatullah, yang mengatur perjalanan segala sesuatu yang ada di alam ini. Alam ini berjalan menurut peraturan tertentu, dan peraturan itu perlu dicari untuk kepentingan hidup manusia di dunia.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)