Di tengah konflik Gaza yang berlanjut, orang tua berlomba untuk memvaksinasi anak-anak mereka melawan polio yang kembali muncul. Meski dengan risiko keamanan yang tinggi, lebih dari 70.000 anak telah divaksinasi, mengesampingkan ketakutan demi kesehatan anak-anak mereka, menunjukkan tekad kuat di tengah ketidakpastian.
Konflik Timur Tengah kembali memanas. Houthi Yaman memuji serangan Hizbullah ke Israel, sekaligus mengancam akan melancarkan serangan balasan. Situasi ini memperlihatkan solidaritas antar kelompok perlawanan pro-Palestina. Ketegangan meningkat di kawasan, dengan Israel menghadapi ancaman dari berbagai pihak. Dunia internasional mengawasi perkembangan ini dengan was-was.
Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan menghadapi tantangan berat di tengah konflik Israel-Hizbullah. Mereka berjuang melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas regional, sambil menghadapi risiko tinggi. Meskipun sulit, misi mereka tetap krusial untuk perdamaian. Dukungan internasional dan dialog diperlukan untuk menyelesaikan krisis dan melindungi pasukan PBB di garis depan.
Hamas mengecam pernyataan Presiden Biden yang menuduh mereka mundur dari kesepakatan gencatan senjata. Mereka menyebut ini sebagai lampu hijau bagi Israel untuk melanjutkan perang. Hamas berkomitmen pada kerangka gencatan senjata sebelumnya dan mendesak AS untuk bersikap adil.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyatakan dirinya berisiko dibunuh karena mengejar kesepakatan dengan AS dan Israel. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan masalah Palestina untuk keamanan regional. Strategi ini dilihat sebagai upaya cerdas untuk menekan Israel agar menyetujui kesepakatan yang menguntungkan Saudi, meskipun ada tantangan dari Netanyahu.
Hamas kehilangan kepercayaan pada AS sebagai mediator gencatan senjata di Gaza. Osama Hamdan, pejabat senior Hamas, menyatakan kelompok tersebut hanya akan berpartisipasi dalam pembicaraan jika fokus pada implementasi proposal Presiden Biden. Ketidakpercayaan ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung 10 bulan, menewaskan ribuan orang dan mengancam stabilitas regional. Hamas menuduh Israel tidak bernegosiasi dengan itikad baik, sementara Israel membantah tuduhan tersebut.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kontroversi dengan mendorong izin ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsa. PM Netanyahu membantah perubahan aturan, menegaskan tidak ada kebijakan pribadi menteri di situs suci tersebut. Tindakan ini memperlihatkan perpecahan dalam pemerintahan koalisi dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah sensitif.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan mengunjungi Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin besok. Mereka akan membahas perang Gaza dan peran Rusia dalam konflik tersebut. Kunjungan ini menunjukkan pergeseran kebijakan Rusia yang semakin dekat dengan Hamas dan Iran, setelah sebelumnya berusaha menjaga keseimbangan hubungan dengan semua pihak di Timur Tengah.
Ulama Syiah tertinggi Irak, Grand Ayatollah Ali Sistani, memperingatkan eskalasi regional di Timur Tengah setelah terbunuhnya pemimpin militan yang didukung Iran. Ia mendesak penghentian perang genosida di Gaza, di mana serangan Israel ke sekolah pengungsian menewaskan 90 orang. Pembunuhan pemimpin Hamas dan Hizbullah meningkatkan risiko konflik lebih luas. Sistani menyerukan dunia menentang kekejaman dan umat Islam bersatu mengakhiri perang.
Pelapor khusus PBB, Francesca Albanese, menuduh Israel melakukan genosida di Gaza setelah serangan terhadap sekolah menewaskan 93 orang. Albanese menyoroti penggunaan senjata AS dan Eropa oleh Israel. Laporan Maret lalu juga menyebutkan alasan masuk akal untuk tindakan genosida Israel. Meski mengutuk Hamas, Albanese menekankan perlunya perlindungan bagi warga Palestina di tengah konflik berkepanjangan ini.
Ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah tewasnya pemimpin Hamas. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan negaranya takkan diam menghadapi agresi. Ia mendesak AS dan Barat menekan Israel hentikan serangan ke Gaza. Pertemuan darurat OKI digelar membahas situasi ini. Dunia internasional khawatir konflik regional bisa meluas.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan Israel di Tehran menggunakan proyektil jarak pendek. Iran dan Hamas bersumpah membalas dendam. Ketegangan regional meningkat dengan melibatkan kelompok militan yang didukung Iran di berbagai negara. Surat kabar Iran mengancam serangan balasan terhadap Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.