Israel siap membebaskan 95 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Pembebasan akan dimulai Minggu ini, dengan mayoritas tahanan adalah wanita dan anak-anak.
Drama konflik Israel-Hamas memuncak setelah kesepakatan gencatan senjata Gaza ditolak. Menteri Ben-Gvir mengancam tinggalkan kabinet Netanyahu, memperlihatkan perpecahan dalam pemerintahan Israel terkait negosiasi dengan Hamas.
Studi terbaru The Lancet mengungkap fakta mengejutkan tentang jumlah korban tewas di Gaza yang mencapai 64.260 jiwa, 40% lebih tinggi dari data resmi. Penelitian menggunakan metode capture-recapture dengan tiga sumber data berbeda untuk memastikan akurasi. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan lansia, mencerminkan dampak konflik yang luar biasa terhadap penduduk sipil Gaza.
Konflik berkepanjangan di Gaza telah memakan korban jiwa yang sangat besar. Data terbaru menunjukkan 46.006 warga tewas dan lebih dari 109 ribu terluka. Dalam 24 jam terakhir saja, 70 nyawa melayang. Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan seiring berlanjutnya konflik antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan sejak Oktober 2023.
Krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik kritis setelah UNRWA melaporkan kondisi rumah sakit yang tidak aman. Akses kesehatan terbatas dengan hanya 14 dari 36 rumah sakit yang beroperasi. Rumah Sakit Indonesia, Kamal Adwan, dan Beit Hanoun terpaksa ditutup. Korban jiwa terus bertambah akibat kedinginan dan kelaparan. Infrastruktur kesehatan Gaza mengalami kehancuran total di tengah konflik yang berkelanjutan.
Update Gaza terbaru mengungkap fakta mengerikan tentang konflik Palestina Israel. Laporan Al-Haq membuktikan genosida sistematis di Gaza melalui zona aman palsu. Netanyahu memaksa 1,9 juta warga Palestina tinggal di area sempit tanpa fasilitas dasar. Berita Gaza hari ini menyebut ICC telah mengeluarkan surat penangkapan untuk pemimpin Israel atas kejahatan perang. Investigasi menemukan bukti kuat perang Hamas Israel telah berubah menjadi upaya pemusnahan sistematis terhadap warga Gaza.
Israel menyerang Rumah Sakit Kamal Adwan Gaza dengan klaim menemukan markas Hamas. PBB meminta bukti kuat atas serangan tersebut karena berdampak pada pelayanan kesehatan warga Gaza. WHO kehilangan kontak dengan direktur RS yang ditahan Israel. Konflik Israel-Hamas di Gaza semakin tegang sejak serangan Oktober 2023. Lebih dari 240 orang ditangkap dalam operasi rumah sakit ini.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk setelah Israel memaksa warga Beit Hanoun mengungsi dan menyerang tiga rumah sakit dalam sepekan. Warga sipil kehilangan tempat berlindung saat rumah mereka hancur dan fasilitas kesehatan lumpuh. WHO memperingatkan krisis kesehatan serius mengancam 2,3 juta warga Gaza yang sebagian besar kini menjadi pengungsi.
Dukungan untuk Palestina terus menguat di Parlemen Inggris. Ayoub Khan, bersama Aliansi Independen, mengajak pemerintah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Mereka juga mendesak penghentian dukungan senjata ke Israel dan meminta pertanggungjawaban atas krisis kemanusiaan di Gaza. Langkah ini mencerminkan keinginan sebagian besar rakyat Inggris untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Dukungan dunia untuk Palestina semakin kuat terlihat dari hasil voting di Sidang Umum PBB. Hampir 160 negara mendesak Israel menghentikan serangan dan membuka akses bantuan ke Gaza. Dukungan ini juga menegaskan peran penting UNRWA dalam membantu pengungsi Palestina. Meski tidak mengikat secara hukum, hasil voting ini menunjukkan Israel semakin terisolasi dalam konflik yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil Palestina.
Ketegangan antara Hamas dan Israel semakin memuncak terkait nasib para sandera di Gaza. Hamas bersikukuh menolak pertukaran sandera sebelum perang berakhir, sementara Netanyahu menawarkan hadiah besar untuk setiap sandera yang dikembalikan. Situasi semakin rumit dengan kedua pihak saling menyalahkan atas mandeknya negosiasi, menunjukkan betapa kompleksnya upaya penyelesaian konflik di wilayah tersebut.
Yordania melakukan terobosan penting dengan mengirim bantuan kemanusiaan melalui jalur udara ke Gaza menggunakan delapan helikopter. Ini merupakan misi bantuan pertama menggunakan pesawat Yordania sejak konflik dimulai. Total bantuan mencapai 56.573 ton, menunjukkan komitmen kuat Yordania dalam membantu krisis kemanusiaan di Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa dan pengungsian massal.
Agresi Israel di Gaza dan Lebanon telah menciptakan krisis kemanusiaan yang mengkhawatirkan. Arab Saudi, melalui Pangeran Faisal, menyerukan gencatan senjata segera dan solusi dua negara. Situasi ini berdampak pada stabilitas kawasan dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan global. Arab Saudi juga menunjukkan komitmennya dalam mengatasi krisis kemanusiaan dengan bergabung dalam Koalisi Global Melawan Kelaparan.