LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemimpin sementara Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, dalam wawancara dengan TV Al-Aqsa yang dirilis Rabu, menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan pertukaran sandera dengan tahanan Israel sebelum perang di wilayah Palestina berakhir. "Tanpa mengakhiri perang, tidak akan ada pertukaran tahanan," kata Hayya dalam wawancara televisi dengan saluran TV Al-Aqsa milik kelompok tersebut, menegaskan kembali posisi kelompoknya tentang cara mengakhiri perang.
"Jika agresi tidak diakhiri, mengapa perlawanan dan khususnya Hamas, harus mengembalikan tahanan (sandera)?" ujarnya. "Bagaimana orang yang waras atau tidak waras akan kehilangan kartu kuat yang dimilikinya sementara perang masih berlanjut?"
Baca juga:
Geram! Hamas Tuding AS Bertanggung Jawab Langsung Atas Perang Gaza Usai Veto PBB
Baca juga:
PM Qatar Bertemu Presiden Iran, Bahas Krisis Gaza dan Lebanon di TehranHayya, yang memimpin tim negosiasi kelompoknya dalam pembicaraan dengan mediator Qatar dan Mesir, menyalahkan kurangnya kemajuan pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang sebaliknya menyalahkan kelompok Islam tersebut atas mandeknya pembicaraan.
"Ada kontak yang sedang berlangsung dengan beberapa negara dan mediator untuk menghidupkan kembali berkas (negosiasi) ini. Kami siap melanjutkan upaya-upaya tersebut, tetapi yang lebih penting adalah melihat kemauan nyata dari pihak pendudukan untuk mengakhiri agresi," kata Hayya. "Kenyataan membuktikan bahwa Netanyahu-lah yang menghambatnya (negosiasi)," tambahnya.
Baca juga:
Yordania Kirim 8 Helikopter Bantuan ke Gaza, Pertama Kali Sejak PerangBaca juga:
Amerika Serikat Tolak Resolusi Gencatan Senjata Gaza di DK PBB, Hamas Kecam Keras Keputusan IniBerbicara saat mengunjungi Gaza pada Selasa, Netanyahu mengatakan bahwa Hamas tidak akan menguasai wilayah Palestina setelah perang berakhir dan Israel telah menghancurkan kemampuan militer kelompok tersebut. Netanyahu juga mengatakan Israel belum menyerah untuk menemukan 101 sandera yang masih dipercaya berada di Gaza, dan dia menawarkan hadiah $5 juta untuk pengembalian setiap sandera.
Hamas menginginkan kesepakatan yang mengakhiri perang dan melihat pembebasan sandera Israel dan asing yang ditahan di Gaza serta warga Palestina yang dipenjara oleh Israel, sementara Netanyahu bersumpah perang hanya bisa berakhir setelah Hamas dimusnahkan.
(lam)