LANGIT7.ID-Jakarta; Rumor mengenai kondisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak menyebar luas di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Isu tersebut bahkan menyebut Netanyahu mengalami luka-luka hingga tewas setelah serangan balasan terbaru dari Iran, namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi yang membenarkan kabar tersebut.
Spekulasi bermula dari laporan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, pada Selasa (11/3/2026). Media itu menyebut Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka parah akibat serangan balasan yang terjadi dalam konflik yang sedang berlangsung.
Kabar tersebut dengan cepat memicu berbagai spekulasi di tengah situasi regional yang memanas. Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel yang memastikan kondisi pemimpin negara tersebut.
Tasnim menyoroti ketidakhadiran Netanyahu di ruang publik selama hampir empat hari terakhir. Situasi ini dianggap tidak biasa karena sebelumnya ia dikenal rutin menyampaikan pesan video kepada publik hampir setiap hari.
Dalam periode tersebut, pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya muncul dalam bentuk rilis tertulis tanpa disertai video maupun foto terbaru. Hal ini semakin memunculkan pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya dari perdana menteri Israel tersebut.
Laporan yang sama juga menyebut kemungkinan adanya korban lain. Tasnim mengeklaim bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serta saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, kemungkinan turut menjadi korban. Namun media tersebut juga mengakui bahwa klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Spekulasi semakin meningkat setelah dua utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, secara tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan ke Israel. Kunjungan tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk membahas konflik yang terus meluas antara Israel dan Iran.
Hingga kini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun pejabat Israel belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan kunjungan tersebut.
Di sisi lain, laporan yang beredar juga menyebutkan pengamanan di sekitar kediaman resmi perdana menteri Israel diperketat. Namun tidak ada keterangan resmi yang mengaitkan langkah keamanan tersebut dengan kondisi Netanyahu.
Situasi ini terjadi di tengah konflik yang terus meluas sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah kota di Iran memicu eskalasi militer. Pertempuran kemudian berkembang dengan keterlibatan kelompok Hizbullah di Lebanon serta gerakan Houthi di Yaman.
Sejumlah laporan menyebut korban jiwa dalam konflik tersebut telah melampaui 2.000 orang. Selain itu, ratusan ribu warga dilaporkan terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang terus berlangsung di berbagai wilayah.
(lam)