Ketegangan Pilgub Jakarta mencapai puncaknya dengan hasil quick count yang mendekati ambang batas 50%. Margin error menjadi faktor krusial yang dapat menentukan nasib putaran kedua. Perbedaan pandangan antara kubu Pramono-Rano dan RK-Suswono menambah drama menuju hasil rekapitulasi resmi KPU.
Hasil quick count Pilkada 2024 menunjukkan dominasi empat pasangan calon di provinsinya masing-masing. Andra Soni memimpin di Banten, Pramono Anung unggul di Jakarta, Ahmad Luthfi mengungguli di Jateng, dan Khofifah memimpin di Jatim. Data masuk berkisar 93-99%, menunggu penetapan resmi KPU pada 16 Desember 2024.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya menjaga netralitas guru dalam Pilkada 2024. Sekolah harus steril dari kegiatan politik praktis demi melindungi profesionalisme tenaga pendidik. Meski menghadapi berbagai tekanan politik, guru tetap diimbau berpartisipasi dalam demokrasi tanpa mengorbankan integritasnya sebagai pendidik.
MUI Maluku gelar MUSDA ke-7 di tengah persiapan Pilkada 2024. Kiai Cholil Nafis puji kedewasaan masyarakat Maluku dalam menjaga kerukunan. MUI diharapkan jadi motor persatuan dan mitra pemerintah. Pj Gubernur Sadali tekankan peran tokoh agama dalam membangun harmoni dan kesejahteraan Maluku.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofur Maimoen mengajak masyarakat dan tokoh agama berperan aktif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), masyarakat diimbau menghindari pembahasan politik di masjid. Hal itu disamaikan Ketua Lembaga Takmir Masjid
Gusdurian menyampaikan seruan moral menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Seruan ini diungkapkan Direktur Jaringan Gusdurian Hj Alissa Qotrunnada Munawaroh
Drama politik menjelang Pilkada 2024 semakin memanas dengan curahan hati Anies Baswedan dan bantahan Presiden Jokowi. Penyesalan Anies atas nasib warga miskin beradu dengan penolakan Jokowi atas tuduhan campur tangan, menggambarkan kompleksitas panggung politik Indonesia menjelang pesta demokrasi daerah.
PDIP mengejutkan publik dengan pengumuman 60 calon kepala daerah untuk Pilkada 2024, tanpa menyertakan DKI Jakarta. Spekulasi duet Anies-Rano sirna, sementara enam provinsi lain mendapat dukungan partai. Absennya Jakarta menimbulkan teka-teki politik, menandai babak baru dalam strategi PDI-P menjelang pemilihan. Pengumuman ini dipastikan akan mengubah dinamika politik lokal di berbagai daerah.