Abdullah yang dijuluki Dzil Bijadain merupakan orang terpandang di kalangan kabilahnya. Ketika ia syahid, Rasulullah SAW ikut menguburnya. Lalu, siapa tokoh istimewa ini?
Rasulullah SAW lebih banyak melakukan salat malam pada bulan suci Ramadan di rumah saja. Para sahabat mencatat, Beliau hanya tiga malam saja di Masjid Madinah.
Suatu hari segolongan orang pemeluk Yahudi di Madinah mendatangi Rasulullah SAW . Mereka menanyakan 5 perkara. Jika jawaban Rasulullah dianggap benar maka mereka akan masuk Islam.
Kisah-kisah kesederhanaan Rasulullah bisa menjadi cerminan bahwa kita semua perlu introspeksi diri di tengah kehidupan yang semakin menunjukkan kemewahan di mana-mana.
Tentang Iman, beliau bersabda: Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman ke pada takdir baik maupun takdir buruk.
Mutlak perlu untuk memperhatikan penjelasan-penjelasan Nabi tersebut dalam rangka memahami atau menafsirkan firman-firman Allah. Dengan begitu, tidak terjadi penafsiran yang bertentangan dengannya.
Pada saat perang Uhud terjadi Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang ingin melihat orang berjalan di muka bumi sesudah mengalami kematiannya, lihatlah Thalhah!
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, istri-istri beliau tak boleh dinikahi lelaki lain. Hanya saja, Ikrimah bin Abu Jahal menikahi janda Rasulullah SAW yang dicerai Nabi sebelum beliau wafat.
Ketika dia sedang khusyu membaca Al-Qur'an, datanglah lelaki dari perempuan yang telah ditawan. Saat dia melihatnya sedang salat, tahulah dia bahwa dia adalah penjaga pasukan.
Sebelum meletus Perang Badar orang-orang Yahudi di Madinah kerap membuat ulah. Mereka mengejek Rasulullah dan umat Islam. Tak jarang kaum Muslimah menderita pelecehan.
Kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja. Beliau adalah istri Rasulullah yang wafat setelah Sayyidah Khadijah ra.
Mahar yang diberikan Nabi kepada Khadijah adalah 20 ekor unta betina. Kalau diuangkan sekarang, satu ekor rata-rata harganya Rp55 juta. Belum lagi ditambah beberapa keping emas. Total lamaran Nabi Rp1,3 miliar.
Ketika Ali bin Abi Thalib menginjak usia 6 tahun, Makkah dan sekitarnya dilanda paceklik hebat. Bagi mereka yang berkeluarga besar dan ekonomi lemah, seperti keluarga Abu Thalib , paceklik jelas bikin susah.