Pada saat perang Uhud terjadi Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang ingin melihat orang berjalan di muka bumi sesudah mengalami kematiannya, lihatlah Thalhah!
Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, istri-istri beliau tak boleh dinikahi lelaki lain. Hanya saja, Ikrimah bin Abu Jahal menikahi janda Rasulullah SAW yang dicerai Nabi sebelum beliau wafat.
Ketika dia sedang khusyu membaca Al-Qur'an, datanglah lelaki dari perempuan yang telah ditawan. Saat dia melihatnya sedang salat, tahulah dia bahwa dia adalah penjaga pasukan.
Sebelum meletus Perang Badar orang-orang Yahudi di Madinah kerap membuat ulah. Mereka mengejek Rasulullah dan umat Islam. Tak jarang kaum Muslimah menderita pelecehan.
Kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja. Beliau adalah istri Rasulullah yang wafat setelah Sayyidah Khadijah ra.
Mahar yang diberikan Nabi kepada Khadijah adalah 20 ekor unta betina. Kalau diuangkan sekarang, satu ekor rata-rata harganya Rp55 juta. Belum lagi ditambah beberapa keping emas. Total lamaran Nabi Rp1,3 miliar.
Ketika Ali bin Abi Thalib menginjak usia 6 tahun, Makkah dan sekitarnya dilanda paceklik hebat. Bagi mereka yang berkeluarga besar dan ekonomi lemah, seperti keluarga Abu Thalib , paceklik jelas bikin susah.
Sayyidah Aisyah memang istimewa. Kesuciannya telah diakui Allah SWT dari atas langit ketujuh. Malaikat telah menampakkan Aisyah tiga malam berturut-turut kepada Baginda Rasul sebelum beliau menikahi Siti Aisyah.
Ketika Ummul Mukminin Khadijah wafat, Rasulullah merasa begitu sedih. Dalam keadaan itu, beliau sering menemukan penghiburan di rumah Umm Hani. Keluarganya mendukung dan menghiburnya saat beliau sedang berkabut duka.
Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab menurut sistem penanggalan kalender Hijriah. Isra Mikraj terjadi pada tahun 621 M, atau tahun 10/11 dari kenabian (Bi'tsah).
Beliau memiliki kepribadian yang kuat seperti sang ayah. Selain itu, beliau juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita.
Ummu Salah berkisah: Saat itu aku sedang menyamak kulit. Kucuci tanganku dan kuizinkan beliau masuk. Aku pun membentangkan alas duduk dari kulit yang berisi serat. Beliau pun duduk di atasnya dan meminangku untuk dirinya.
Kisah pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Zainab bin Jahsy bin Rabab radhiyallahu anha (ra) sungguh tidak lazim. Setidaknya ini untuk adat suku Arab Quraish, kala itu.