Di sebuah dangau kecil di pinggir medan Badar, Abu Bakr berdiri sebagai penjaga tunggal Rasulullah. Di saat doa nabi menggetarkan langit, kesetiaan Abu Bakr menjadi jangkar ketenangan di bumi.
Nama itu semula terdengar asing. Bayi yatim, ditolak para penyusu, akhirnya diasuh perempuan miskin. Dari gurun yang keras, lahir pribadi yang kelak mengubah wajah sejarah dunia.
Tahun 7 Hijriah, benteng Khaibar runtuh. Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraizhah lenyap dari Madinah. Dari pengusiran itu, sejarah mencatat luka yang tak sembuh. Dendam pun menyeberangi generasi.
Di tengah suasana transisi sosial dan politik, Rasulullah SAW mendapat satu kabar yang menggetarkan batinnya: putri kesayangannya, Fatimah, telah dilamar.
Rasulullah SAW tidak malu mengungkapkan perasaan cintanya. Dalam satu hadits, ketika ditanya siapa orang yang paling dicintainya, beliau menjawab lugas: Aisyah.
-Pernikahan adalah salah satu syariat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar ikatan lahir batin antara dua insan, melainkan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah ?.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam kehidupan, godaan dan tipu daya tidak selalu datang dalam rupa yang menakutkan. Kadang ia hadir dengan wajah kelaparan dan alasan yang mengiba.
Sebagian orang jahiliah menetapkan upah kerja harian bagi hamba-hamba perempuan mereka, dan hasilnya harus diserahkan kepada tuannya dengan cara apa pun.
Bagi laki-laki lebih diharamkan lagi, baik dia itu bekerja sebagai tukang menyambung seperti yang dikenal sekarang tukang rias ataupun dia minta disambungkan rambutnya.
Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan Islam, yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamakan. Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya
Rasulullah SAW dan umat Islam pertama kali menggelar perayaan hari raya Idulfitri pada tahun kedua Hijriyah (624 M) atau usai Perang Badar. Lalu, seperti apa kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW saat lebaran?