Penduduk Damaskus menyebut tempat ini dengan Syahqatul Jabal (teriakan gunung). Di wilayah ini diyakini menjadi tempat makam sejumlah nabi, termasuk Nabi Adam as.
Selama 300 tahun Adam memanjatkan doa tanpa henti demi memohon ampunan. Ya Allah, ampunilah kami, demi menjunjung tinggi cahaya Muhammad yang kami tanggungkan.
Mengapa ketika Hawa telah memakan buah pohon itu pakaiannya tidak terlepas saat itu juga, sementara ketika Adam memakannya, seketika itu juga pakaiannya terlepas?
Mengapa Allah membinasakan musuh-musuh para nabi, tetapi Dia membiarkan Iblis, musuh Adam, tetap hidup? Rasulullah SAW bersabda, Seandainya Allah menghendaki untuk tidak dimaksiati, tentu Dia tidak menciptakan Iblis.
Setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim as, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Keturunan Yafits adalah Yajuj dan Majuj serta orang-orang Turki. Yafits pergi ke sebuah negeri yang ada di bagian timur. Di sana, dia kawin dan memiliki 5 anak laki-laki, yaitu Jauhar, Batras, Mayasyikh, Sannaf, dan Saqwil.
Nabi Nuh mengutuk Ham dalam doanya, Ya Allah, buatlah anak cucunya menjadi terhina dan hitamkanlah paras mereka. Jadikanlah mereka sebagai budak dan pelayan bagi keturunan Sam.
Nabi Nuh meletakkan kedua tangannya kepada Sam dan berkata, Ya Allah, berkatilah Sam beserta keturunannya, dan jadikanlah di antara keturunannya kenabian dan kerajaan.
Bahtera Nabi Nuh mendarat di atas bukit Judi pada hari Asyura, hari ke-10 bulan Muharam. Pada hari itu, Nabi Nuh as berpuasa dalam rangka bersyukur kepada Allah.
Menurut sebuah riwayat, ketika Allah menumpahkan banjir besar, Dia mengangkat Bait al-Mamur, yang terbuat dari yakut merah, yang telah Dia turunkan pada zaman Adam.
Dia adalah seorang raja yang sewenang-wenang dan kejam. Dia juga orang pertama yang memeras anggur dan meminumnya, orang pertama yang bermain undian, dan orang pertama yang membuat pakaian yang ditenun dengan emas.
Maka Musa mengejarnya, sambil berteriak: Wahai batu bajuku, wahai batu bajuku!, sedangkan kaumnya yang sedang memperhatikan dirinya akhirnya melihat Musa berada tanpa berpakaian.