Nabi Muhammad SAW pernah membentangkan peta masa depan dalam khotbah sehari penuh. Hudzaifah Ibnul Yaman menjadi saksi kunci nubuat tentang fitnah yang akan melanda dunia.
Pengetahuan kiamat adalah rahasia mutlak Allah. Al-Wabil menegaskan bahwa nabi dan malaikat pun tidak tahu kapan jam terakhir berdetak, menjadikan misteri ini sebagai peringatan bagi setiap jiwa.
Ia adalah momen ketika semua manusia dihimpun untuk mempertanggungjawabkan hidup mereka. Namun sebelum itu, akan ada tanda-tanda. Dan sebagian di antaranya kini sedang mampir di depan pintu.
Di tengah gempuran narasi kiamat yang muram dan destruktif, ajaran Islam justru menyimpan tafsir spiritual yang menghibur dan menenangkan: bahwa kiamat adalah awal, bukan akhir.
Dalam Surat Al-Anbiya' ayat 1 menyatakan: Telah dekat kepada manusia hari perhitungan (kiamat) sedangkan mereka berada dalam kelalaian, lagi berpaling (darinya).
Al Jahjah adalah seorang budak. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW , Malam dan siang tidak akan lenyap sampai seseorang dari kalangan budak bernama Jahjah berkuasa.
Tanda-tanda alam yang disebut hadis sebagai tanda kiamat sudah dekat terus bermunculan. Air di Sungai Efrat kian menyusut, tanah arab yang gersang berubah subur, sampai peringatan dari Danau Tiberias.
Salah satu tanda-tanda kiamat adalah terjadinya 3 penenggelaman ke bumi. Peristiwa ini berdasar pada hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid ra
Ayat-ayat al-Qur'an dan hadis-hadis sahih telah menginformasikan bahwa kiamat sudah dekat. Munculnya sebagian besar tanda-tanda kiamat merupakan bukti bahwa akhir dunia sudah di depan pintu.