Inter berpotensi menghadapi lawan-lawan besar seperti Chelsea, Manchester City, FC Porto dan Tottenham Hotspur. Namun, Inzaghi mengaku Inter siap menghadapi siapa pun lawannya di babak 16 besar.
Nasib Simone Inzaghi bisa jadi dipertaruhkan dalam laga ini. Pasalnya, pelatih asal Italia itu disebut merasakan tekanan berat pasca tiga kekalahan dari Lazio (1-3), Milan (2-3) dan Bayern Munchen (0-2).
Pelatih Inter Simone Inzaghi tak mau kehilangan pemain bintangnya termasuk Skriniar. Apalagi, mereka dalam pekerjaan rumah mencari pengganti Andrea Rannochia.
Inter saat ini berada di posisi kedua dengan 69 poin, selisih dua poin dari rival sekotanya AC Milan. Sementara AS Roma duduk di urutan kelima dengan perolehan 58 poin.
Inter akhirnya selamat dari kekalahan setelah Alexis Sanchez mencetak gol pada menit ke-903'. Hasil ini membuat Nerazzurri turun ke peringkat ketiga dengan 59 poin.
La Beneamata mencatatkan 72 persen penguasaan bola berbanding 28 persen milik Genoa. Begitu juga dengan total empat tendangan mengarah ke gawang berbanding satu.
Simone Inzaghi sangat marah dengan Inter setelah kekalahan tersebut. Menurutnya, penampilan Nerazzurri di laga tersebut tidak mencerminkan sebagai sebuah tim yang ingin memenangkan gelar Scudetto.
Kemenangan terakhir Spalletti atas Inzaghi terjadi pada Oktober 2018, ketika Nerazzurri mengalahkan Biancocelesti 3-0 di Stadio Olimpico. Setelahnya, Spalletti kalah dalam tiga pertemuan terakhir berturut-turut.
Jelang pertandingan melawan Milan, pelatih Inter Simone Inzaghi sedang mempersiapkan laga Derby dengan baik. Ia memastikan anak asuhnya dalam kondisi siap tempur.
Bergabungnya Caicedo ke Inter juga membuatnya reuni dengan Joaquin Correa dan pelatih Simone Inzaghi. Ketiganya pernah berjibaku membela SS Lazio sejak 2017 hingga 2021 lalu.