LANGIT7.ID, Jakarta - Inter Milan diluar dugaan menderita kekalahan 0-2 atas tamunya Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia musim 2021/2022, Senin (21/2) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat peta persaingan di tiga besar klasemen Serie A semakin memanas.
Dalam pertandingan yang berlangsung di San Siro, Inter langsung tertinggal lebih dulu melalui gol Giacomo Raspadori pada menit ke-8'. Gianluca Scamacca kemudian menggandakan keunggulan Neroverdi pada menit ke-26' usai sundulannya meluncur deras ke gawang Samir Handanovic.
Baca juga: AC Milan Bermain Imbang 2-2 Melawan Tim PromosiPelatih Simone Inzaghi sangat marah dengan Inter setelah kekalahan tersebut. Menurutnya, penampilan Nerazzurri di laga tersebut tidak mencerminkan sebagai sebuah tim yang ingin memenangkan gelar Scudetto.
"Saya sangat marah dengan pendekatan para pemain, karena kami memiliki tiga hari sejak pertandingan hari Rabu. Kami berbicara tentang fakta bahwa Sassuolo mengalahkan Juve dan Milan, mereka memainkan sepakbola yang hebat dan kami harus waspada," kata Inzaghi dikutip dari Football Italia.
"Kami mencoba melakukan segalanya di babak kedua, menciptakan begitu banyak peluang dan tidak beruntung, tetapi faktanya kami harus memiliki pendekatan yang berbeda. Sassuolo memiliki kualitas teknis yang hebat, mereka lebih segar secara fisik dan itu terlihat," ungkapnya.
Baca juga: Vlahovic Melempem Lawan Torino, Allegri: Harus Banyak BelajarDengan 13 pertandingan tersisa, Inzaghi akan menganalisis situasi karena Inter ingin terus bersaing memperebutkan Scudetto. Namun, dia tidak ingin anak asuhnya mengulangi permainan seperti laga semalam. "Faktanya adalah, tim yang ingin memenangkan Scudetto tidak dapat melakukan pendekatan yang salah seperti yang kami lakukan hari ini," ujar juru taktik asal Italia itu.
Dalam enam pertandingan terakhir di Serie A, Inter melakukan 110 tembakan ke gawang dan hanya mencetak enam kali, termasuk 30 percobaan tanpa gol hari ini. Inzaghi akan menganalisis atas apa yang salah dari hari ini.
"Ada pertandingan lain dalam empat hari, kami bermain terus menerus dan harus lebih kuat untuk menghindari absen, larangan, cedera, kemunduran, semuanya. Kami semua ada di sana dan akan melihat apa yang terjadi di akhir musim," imbuhnya.
Baca juga:
Kisah Beto, Striker Udinese Eks Pelayan KFC
Serie A Wacanakan Gelar Kompetisi di AS Selama Piala Dunia 2022(asf)