Timnas putri Indonesia menunjukkan performa memukau dengan mengalahkan Singapura 3-0 di semifinal Piala AFF 2024. Gol-gol dari Claudia Scheunemann, Reva Octaviani, dan Dwi Octavianti memastikan Garuda Pertiwi melaju ke final untuk menghadapi Kamboja. Kemenangan telak ini membuktikan perkembangan positif sepakbola putri Indonesia di kancah internasional.
Program MilkLife Soccer Challenge All-Stars membuka jalan baru bagi talenta muda sepak bola wanita Indonesia. Dengan bimbingan pelatih berlisensi UEFA dari Jerman, 21 pemain Tangerang akan bersaing memperebutkan 14 tempat untuk turnamen di Kudus. Sistem pembinaan profesional ini diharapkan melahirkan pemain timnas masa depan.
Debut dua pemain naturalisasi Timnas Wanita Indonesia berakhir pahit dengan kekalahan telak 12-1 dari ADO Den Haag. Floortje Bol tampil gemilang dengan enam gol, sementara Claudia mencetak gol hiburan untuk Indonesia. Perubahan taktis di babak kedua menunjukkan perbaikan, namun skuad Satoru Mochizuki perlu evaluasi serius menjelang pertandingan melawan Timnas Belanda di FIFA Women's Matchday.
SDN Tempel Surakarta membuktikan dominasi mereka di MilkLife Soccer Challenge dengan kemenangan dramatis. Adinda Resti Widayati tampil gemilang, mencetak hat-trick yang menentukan. Pertandingan sengit melawan MIN 9 Sragen menunjukkan perkembangan positif sepak bola putri Indonesia. Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menemukan bakat-bakat muda yang akan mewarnai masa depan sepak bola nasional.
Ika Wonda, wonderkid 10 tahun, menggemparkan MilkLife Soccer Challenge dengan 43 gol. Prestasi luar biasa ini menunjukkan potensi besar sepakbola wanita Indonesia. MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum berperan penting mengembangkan bakat muda. Turnamen berlanjut di kota lain, berujung pada All-Stars di Kudus. Masa depan cerah menanti Ika Wonda.
Rencana naturalisasi Nikita Tromp, striker muda berbakat asal Belanda, menandai langkah progresif PSSI dalam memperkuat Timnas Wanita Indonesia. Dengan pengalaman bermain di klub top Belanda dan tim nasional junior, Tromp diharapkan dapat meningkatkan kualitas lini depan Garuda Pertiwi. Kehadirannya menunjukkan komitmen Indonesia untuk bersaing di level yang lebih tinggi dalam sepakbola wanita Asia.
Para pemain yang dipulangkan dari segi kemampuan dianggap kurang bersaing dan tidak bisa menerapkan skema taktik serta strategi yang diinginkan tim pelatih.
Peringkat Timnas Wanita yang semula menempati peringkat 96 dunia, naik menjadi peringkat 94. Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia mengungguli Singapura yang menempati peringkat 134.
Para pemain yang dipanggil ialah mereka yang sudah pernah mengikuti seleksi dan TC sebelumnya. Ada beberapa nama baru yang ikut bergabung termasuk mereka yang ikut di PON Papua 2021.
Meski berhasil lolos, namun Iriawan berpesan kepada para pemain agar tidak cepat puas. Pasalnya, di babak kualifikasi, sudah menunggu tim-tim yang kuat dan patut diwaspadai.