Ulama asal Palestina, Syekh Syuhaib Hasan, menjelaskan penyebab penjajah zionis Israel selalu melakukan penyerangan di Masjid Al-Aqsa, seperti Jum'at lalu.
Para ulama dan khatib hendaknya menyerukan kepada seluruh umat untuk mendukung warga Al-Quds dan Palestina yang datang ke Masjid Al-Aqsha dan di sekitarnya dengan berbagai macam dukungan.
Penyerangan tentara Israel pada bulan Ramadhan ini merupakan ujian kesabaran umat Islam dunia. Mereka ingin merusak ketenangan umat Islam saat beribadah puasa.
Kharis meminta agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengajukan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait langkah provokasi Israel tersebut.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga umat Islam. Kompleks Al-Aqsa sendiri berada di jantung konflik Isreal-Palestina, termasuk Yerusalem Timur yang dicaplok Israel.
Asap mengepul di dalam Masjid Al-Aqsa saat granat kejut yang ditembakkan polisi Israel meledak. Sedikitnya 152 warga Palestina terluka dalam insiden tersebut.
Warga di masjid tersebut juga diserang dengan bom dan gas air mata. Demi menjaga diri, warga Palestina yang berada ditempat melemparkan batu ke arah polisi Yahudi itu.
Ribuan warga Palestina Israel dan warga Palestina dari Tepi Barat berbondong-bondong situs tersuci ketiga dalam Islam, dengan melewati pos pemeriksaan militer Israel yang ketat di pintu masuk Yerusalem.
Sansan mengatakan, kegiatan ini juga akan diikuti oleh anak-anak Indonesia yang akan berbincang langsung dengan anak-anak Palestina sehingga bisa mengenal dan empati melihat keterbatasan saudaranya di Palestina.
Generasi muda selayaknya membuka mata lebih luas dan berperan untuk menghentikan hal tersebut sesuai dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing. Maka dari itu Aman Palestin Indonesia berniat untuk membangun Museum Kepalestinaan.