Wuling Motors mengambil langkah berani dengan rencana produksi baterai mobil listrik di Indonesia. Strategi ini bukan hanya mendukung kebijakan pemerintah tentang TKDN, tetapi juga berpotensi mengubah dinamika pasar otomotif nasional. Meski dampak pada harga jual masih dirahasiakan, inisiatif ini diprediksi akan memperkuat posisi Wuling di industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat.
Wuling Binguo EV membuktikan diri sebagai pemimpin pasar mobil listrik Indonesia dengan paduan cerdas teknologi, harga kompetitif, dan strategi lokalisasi. Kesuksesan ini menandai era baru dalam industri otomotif nasional, di mana kendaraan ramah lingkungan mulai mendominasi. Fenomena Binguo EV menjadi cermin kesiapan konsumen Indonesia menyambut revolusi mobilitas listrik.
Mobil listrik yang sedang viral Wuling Air EV sanggup menempuh perjalanan Jakarta - Bandung dengan kapasitas batrai 91 persen dengan mode Eco atau hemat energi.
Wuling Confero memiliki kapasitas mesin sebesar 1.500 cc, tenaga 107 HP pada 5.800 rpm, torsi maksimum 142 Nm di 3.800 sampai 4.400 rpm, dan transmisi manual lima-percepatan.
Wuling GSEV diklaim mampu menempuh jarak mulai dari 120km sampai 300km serta dukungan pengisian baterai yang mudah dan didukung fasilitas fast charging.
Pada mobile aplikasi ini memiliki beberapa fitur seperti bluetooth key, remote control, vehicle positioning, dan geo-fencing security. Melalui bluetooth key, pengguna bisa membuka dan mengunci pintu Almaz RS melalui aplikasi via koneksi Bluetooth.
Istimewanya, konsumsi bahan bakar Wuling Victory 2022 diklaim cukup irit. Mobil ini dapat menempuh jarak hingga 15,8 km untuk tiap 1 liter bahan bakar yang digunakan.
Dari pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut, Wuling Motors (Wuling) berhasil membukukan total 1.448 SPK dan 621 konsumen melakukan test drive dengan model Almaz RS.