Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Pandangan Agama Amat Kaya Persatukan Etnis-etnis di Indonesia

Muhajirin Selasa, 19 April 2022 - 16:00 WIB
Pandangan Agama Amat Kaya Persatukan Etnis-etnis di Indonesia
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Guru Besar Universitas Paramadina, Prof Abdul Hadi WM, mengatakan, narasi agama sangat kaya untuk mempersatukan etnis-etnis yang ada di Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari semboyan Bhineka Tunggal Ika yang tidak lahir begitu saja. Semboyan itu merupakan pengakuan bahwa masyarakat Indonesia berbhineka secara etnis, budaya, dan agama.

Sebagian besar bangsa Indonesia punya ras Austronesia. Berbeda dengan masyarakat di Amerika atau malaysia. Indonesia punya rumpun yang sama meski terdiri dari berbagai etnis.

“Kemerdekaan Indonesia juga diikat tali persatuan, diikat juga oleh bahasa nasional yang sama, yang berhasil mempersatukan masyarakat,” kata Hadi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Dosen Universitas Andalas: Pemimpin Harus Miliki Semangat Menuntut Ilmu

Indonesia juga diikat oleh persamaan nasib, agama dan sejarah, termasuk pernah dijajah Belanda 100 tahunan. Berbeda dengan Malaysia yang tidak merasa bersatu, maka ada politik multikultural.

“Agama di Indonesia juga menjadi alat mempersatukan dan bukan alat pemecah belah. Pesan-pesan dalam Al Quran juga mempersatukan,” ucap Hadi.

Hadi lalu menjelaskan beberapa penyebab perpecahan dan persatuan yang kian rapuh di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah Bahasa Indonesia yang dirusak. Kita perlu belajar dari Jepang yang berhasil menjaga kekukuhan Bahasa Jepang, sehingga tidak mudah dipecah-belah.

Penyebab lain muncul akibat dikotomi politik yang diciptakan elit, sehingga bangsa ini hidup dalam desain politik yang salah. Islam dan nasionalisme terus saja dipertentangkan.

Baca juga: Masjid Agung Banten: Persilangan Arsitektur Jawa, China, dan Belanda

Seolah jika memilih Islam maka tidak nasionalis dan seorang nasionalis bukan Islam. Pada era Nasakom, kata Hadi, yang memaksa bangsa melulu berbicara dalam Bahasa politik.

“Padahal pandangan agama juga faktor yang amat kaya mempersatukan etnis-etnis yang ada. Politik dikotomi juga terus merambah ke bidang etnis Jawa dan non-Jawa, juga militer dan sipil,” tutur Hadi.

Masalah terbesar saat ini adalah Islam dianggap tidak nasionalis. Selalu ada pembeda-bedaan. Padahal, Indonesia mempunya ciri keislaman kental. Islam memiliki ajaran mulia tentang persatuan, yang lakum diinukum waliyadiin. Itu merupakan ajaran toleransi tertinggi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)