LANGIT7.ID - , Jakarta - Program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa, Bakti Nusa, menggelar Uswah Leadership Class, bertajuk “Cendekia: Memakna Perintah Al-Qur’an, Mengembara Menuntut Ilmu”.
Dalam kelas yang digelar berseri ini, para peserta diajak untuk menguatkan nilai profil program khususnya cendekia.
Dosen Universitas Andalas sekaligus Manajer Bakti Nusa wilayah Padang, Aadrean, menyampaikan seorang pemimpin harus memiliki semangat menuntut ilmu, bahkan hingga merantau ke luar kota asal maupun luar negeri.
Baca juga: Emil Dardak: Ramadhan Momen Terbaik Latih Jiwa KepemimpinanIa menambahkan, dalam memahami kekuasaan Allah SWT, seorang pemimpin memerlukan ilmu untuk bisa memaknai lebih dalam dari setiap tanda-tanda-Nya. Caranya dengan memperkaya pengetahuan serta wawasan dalam konteks sejarah.
“Sejarah itu sangat diperlukan, sebab kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama dan bisa belajar dari yang sudah ada sebelumnya. Menariknya lagi, porsi terbesar dalam Al-Qur’an itu adalah sejarah (kisah),” kata Aadrean melalui keterangan resminya yang dikutip Senin, (18/4/2022).
Lebih lanjut, Aadrean memaparkan tiga hal penting sebagai strategi untuk lanjut studi ke luar negeri.
"Pertama, paham geografis, seperti mengetahui sebaran letak kampus-kampus terbaik dan negaranya," jelasnya.
Sebab, menurut Aadrean, banyak mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, namun tidak mengetahui di mana kampusnya.
Hal penting selanjutnya untuk studi ke luar negeri adalah memahami sosiologi atau budaya dari target kampus-kampus idaman.
Baca juga: Emil: Standar Adil dalam Kepemimpinan adalah Syariat“Budaya ini sangat berpengaruh terhadap cara kita agar diterima kuliah di luar negeri. Ada negara yang mengandalkan ujian atau nilai tes, ada negara yang mengandalkan kedekatan emosional dengan calon profesornya,” katanya.
Kemudian yang harus dipenuhi adalah pemahaman dan penguasaan bahasa asing. Bagi Aadrean, memahami sebaran kampus dan sosial budaya kampus target, harus dengan bahasa Inggris atau bahasa asing yang diakui di kampus target tersebut.
"Jadi, bahasa itu alat untuk memahami dua hal sebelumnya,” jelasnya.
Kegiatan Uswah Leadership Class ini dihelat untuk 50 penerima manfaat BAKTI NUSA terpilih dari beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya.
Baca juga: Ma'ruf Amin : Perempuan Perlu Optimalkan Kepemimpinan Menuju Era Masyarakat 5.0(est)