LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan kepemimpinan perempuan terutama kalangan muslimah perlu dioptimalkan dalam lingkup yang lebih luas. Pasalnya, perempuan melalui kepemimpinannya dalam keluarga menjadi kunci peradaban suatu bangsa.
Menurut Ma’ruf Amin, dalam menyongsong era masyarakat 5.0 di mana setiap individu dituntut untuk siap dalam menghadapi tantangan, dan permasalahan sosial melalui beragam inovasi yang dikembangan.
“Saya mengajak partisipasi seluruh pihak untuk membangun dan mendukung kesadaran perempuan muslimah untuk berpartisipasi di berbagai bidang, termasuk pada posisi pembuat keputusan demi mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dikuitp Minggu (27/3/2022).
Baca juga: Wapres Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan MasyarakatMenurutnya, semua pihak perlu terus mendorong agar semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu menempati posisi strategis, dan berprestasi di tingkat nasional maupun dan global.
“Kehadiran pemimpin perempuan dalam berbagai sektor pembangunan layak diperhitungkan, termasuk dalam pembangunan karakter bangsa,” ujarnya.
Ma’ruf Amin menegaskan bahwa perempuan harus mampu mengambil peran strategis secara aktif melalui kontribusi pemikiran, gagasan, dan pandangan terhadap pembangunan bangsa, sesuai dengan kepekaan dan kecerdasan sosial yang menjadi kekuatannya.
Selain itu, perempuan juga harus memberdayakan potensi dan meningkatkan kualitas diri sehingga melahirkan kreativitas, inovasi, pemikiran konstruktif dalam perspektif kesetaraan gender di semua lini kehidupan masyarakat.
“Perempuan juga perlu senantiasa membangun akidah yang kuat dan akhlak mulia sebagai figur teladan bagi anak-anak dan lingkungannya,” pesannya.
Baca juga: Teken Pergub, Jabar Dukung Perkembangan Ekonomi Syariah Ma’ruf Amin juga mengajak para perempuan agar mampu menjadi pionir atau pemrakarsa kebaikan. Serta dia berharap Rapat Koordinasi Nasional Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (Rakornas Komisi PRK MUI) yang dilakukan secara virtual dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang berkualitas bagi kemajuan internal MUI, termasuk bagi bangsa dan negera.
(sof)