Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Kehidupan Muslim di Argentina, Bebas Bangun Masjid dan Berdakwah

Muhajirin Jum'at, 02 Juni 2023 - 16:00 WIB
Kehidupan Muslim di Argentina, Bebas Bangun Masjid dan Berdakwah
Kehidupan muslim di Argentina kian baik, bebas bangun masjid dan berdakwah.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Argentina menjadi negara yang saat ini mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Pasalnya, Timnas Argentina akan bertandang ke Gelora Bung Karno (GBK) guna melawan Timnas Indonesia pada Senin (19/6/2023) malam.

Laga ini sangat bersejarah bagi sepakbola Indonesia, karena kali pertama Timnas Argentina berlaga melawan Timnas Indonesia. Namun, di balik itu ada sisi menarik yang kurang diketahui masyarakat Indonesia terkait Argentina, yakni kehidupan umat Islam di negara asal Lionel Messi terebut.

Mengutip About Islam, Argentina merupakan negara yang didominasi oleh Kristen, tetapi menjadi negara dengan sistem sekuler. Umat Islam bebas membangun masjid dan berdakwah, karena ada undang-undang yang melarang diskriminasi agama. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak terlihat di banyak negara maju di mana tindakan islamofobia merajalela.

Berdasarkan sensus penduduk 2022, Argentina memiliki 46 juga penduduk. Mengutip Findeasy-in, dari jumlah tersebut, masyarakat terbagi menjadi beberapa kelompok keagamaan yakni Kristen (Protestan, Injili, Katolik Roma, dan Saksi Yehuwa dan Mormon) sebanyak 79,6%, tidak beragama 18,9%, ateis 6%, agnostik 3,2%, dan Islam 1,2%.

Baca juga:Fazlul Kabir Jadi Wali Kota Muslim Pertama di Maryland Amerika Serikat

Kehadiran muslim di Argentina dimulai pada abad ke-15 saat bangsa Moor-Moriscos menetap di Argentina untuk melarikan diri dari penganiayaan di Spanyol. Moor-Moriscos merujuk pada muslim keturunan Afrika Utara dan Spanyol yang dipaksa masuk Kristen, setelah dilarang mempraktikkan Islam secara terbuka.

Selanjutnya, Islam dibawa ke Argentina oleh imigran dari negara-negara Arab, seperti Suriah dan Lebanon pada akhir 1850-an. Islam sampai ke Argentina dibawa oleh bangsa Moor atau Moro yang ada di bagian selatan Eropa, atau dibawa muslim yang menjadi warga negara Spanyol yang dahulu menjajah benua Amerika bagian selatan.

Sejarawan muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan, pada masa kekuasaan Khalifah Ummayah di Spanyol yang bernama Hisham II (076 M-1009 M), seorang navigator muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada Februari 999 M. Dia bersama armadanya berlayar menuju Atlantik (benuan Amerika).

Pelaut muslim itu sempat berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Dia lalu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.

Selain itu, ajaran Islam di Amerika Latin juga disebarkan oleh orang-orang Mandiga dari Afrika Barat. Pada 1310 M, Abu Bakari, seorang raja muslim dari Kerajaan Mali, melakukan serangkaian perjalanan ke 'dunia baru' bagi orang Eropa, yakni benua Amerika.

Dua tahun kemudian, seorang muslim Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.



Pada masa modern, ajaran Islam dibawa ke Argentina oleh imigran dari negara-negara Arab, seperti Suriah dan Lebanon. Saat ini, di Argentina terdapat 3,5 juta keturunan Arab. Namun, mayoritas mereka menganut Kristen dan Yahudi.

Mengutip islamindonesia.id, perkumpulan Islam pertama di Argentina adalah Islamic Center Argentina (CIRA) yang didirikan pada 1931, atau 80 tahun setelah kedatangan pertama umat Islam. Masjid merupakan tempat non-profit masyarakat setempat untuk berbagai kegiatan, seperti agama, budaya, dan pendidikan.

Pada 1981, CIRA mengatakan masjid pertama dengan gaya arsitektur Islam di Argentina telah dibangun. CIRA terdiri dari tiga badan: Masjid Al Ahmad, kolase Arab-Argenitian, Omar Bin Khttab, markas sosial dan administratif. CIRA mewakili mayoritas Muslim Argentina. Semua Muslim menyambut baik hadirnya masjid tersebut sebagai tempat beribadah.

Imam Omar Abboud menjabat sebagai seorang perwira di Pusat Budaya CIRA. Dia menegaskan peran CIRA untuk memelihara masyarakat, “beridentitas Islam dengan karakteristik Argentina.”

Baca juga:Ramai War Ticket Coldplay, Begini Nasihat Buya Yahya

Menurut seorang imam, Abboud, "Generasi pertama datang untuk mencari uang, generasi kedua mendedikasikan diri untuk membelanjakannya, dan generasi ketiga, untuk mencintai Argentina, dengan memutuskan kembali ke Islam.”

Profesor Ricaardo Shamsudin mengatakan, “Islam kembali ke Argentina oleh generasi ketiga atas dampak yang ditimbulkan oleh Revolusi Islam di Iran pada 1979.”

Masjid kecil lainnya melayani masyarakat Syiah dan Alawi (komunitas terbesar kedua Arab di Argentina). Pada 1996, King Fahd Islamic Culture Center, masjid terbesar di Amerika Latin, dibuka untuk umum. Pemerintah Argentina memberikan tanah untuk membangun masjid setelah kunjungan Presiden Carlos Menem ke Arab Saudi.

Secara historis, umat Islam di Argentina menghindar dari aktivitas politik dan publisitas. Dua faktor ini menjadi penyebab utama yang kemudian mengubah posisi mereka.

Yakni pada 1989 dalam pemilihan umum memenangkan Carlos Menem, keturunan Suriah, sebagai Presiden Argentina. Pada 1992 adanya serangan yang menargetkan kedutaan Israel dan pusat Yahudi— ini yang memicu tuduhan dan investigasi terhadap anggota masyarakat dan Islam.

Saat ini, umat Islam di Argentina tidak memiliki payung organisasi yang didedikasikan untuk menyatukan mereka. Markas Organisasi Islam Amerika Latin (IOLA) terletak di Buenos Aires. Misi IOLA adalah untuk mempromosikan persatuan di kalangan umat Islam yang tinggal di Amerika Latin.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)