Kito Rato, Kesetaraan Lewat Bisnis Kopi
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 14 Januari 2022 - 10:00 WIB
Rahmat pemilik Kito Rato, libatkan difabel dalam bisnis kopi. Foto: Instagram @kitorato.id
Kopi sudah menjadi gaya hidup dan banyak dinikmati oleh setiap kalangan, termasuk juga warga difabel.
Melihat fenomena kopi yang sedang tren belakangan, Rahmat warga Bumi Serpong Damai, Tangerang menyoroti, posisi teman-teman difabel hanya menjadi bagian dari pasar. Artinya mereka menikmati kopi hanya sebagai konsumen, belum terlibat dalam bisnis kopi .
Padahal, bisnis kopi sendiri cukup menguntungkan bagi pelaku usaha satu ini. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54 persen menjadi 276 ribu ton.
Baca juga: Potensi Menjanjikan Ternak Murai Batu, Rp8 Juta per Ekor
Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 persen per tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton, sehingga terjadi surplus 425 ribu ton.
Untuk itu, Rahmat mulai berpikir untuk berbagi manfaat dengan teman-teman difabel. Salah satunya memberdayakan mereka melalui bisnis kopi yang dijalankannya.
Rahmat mengaku, melalui bisnis kopinya itu dia berupaya memberdayakan difabel. Inspirasi itu didapatkannya dari niatan untuk mewujudkan kesetaraan bagi teman-teman disabilitas melalui usaha.
Melihat fenomena kopi yang sedang tren belakangan, Rahmat warga Bumi Serpong Damai, Tangerang menyoroti, posisi teman-teman difabel hanya menjadi bagian dari pasar. Artinya mereka menikmati kopi hanya sebagai konsumen, belum terlibat dalam bisnis kopi .
Padahal, bisnis kopi sendiri cukup menguntungkan bagi pelaku usaha satu ini. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54 persen menjadi 276 ribu ton.
Baca juga: Potensi Menjanjikan Ternak Murai Batu, Rp8 Juta per Ekor
Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22 persen per tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton, sehingga terjadi surplus 425 ribu ton.
Untuk itu, Rahmat mulai berpikir untuk berbagi manfaat dengan teman-teman difabel. Salah satunya memberdayakan mereka melalui bisnis kopi yang dijalankannya.
Rahmat mengaku, melalui bisnis kopinya itu dia berupaya memberdayakan difabel. Inspirasi itu didapatkannya dari niatan untuk mewujudkan kesetaraan bagi teman-teman disabilitas melalui usaha.