Ketua DPR Apresiasi Kepengurusan Baru PBNU Akomodir Perempuan
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:05 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: DPR RI)
Ketua DPR RI, Puan Maharani mengapresiasi Pengurus Besar Nadhalatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf yang menghadirkan representasi perempuan dalam susunan kepengurusan periode 2022-2027.
Puan mengatakan momen tersebut mencetak sejarah baru dalam kepengurusan PBNU. Ia menilai masuknya perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru menjadi sebuah terobosan yang membanggakan.
Baca juga:Puan Maharani: RUU TPKS Inisiatif DPR Disahkan Pekan Depan
"Kita tahu selama ini kaum perempuan sudah mendapat ruang cukup besar di lembaga pendidikan pesantren NU. Dengan masuknya perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru, ini adalah sebuah terobosan yang sangat membanggakan," kata Puan dalam keterangan persnya, seperti dikutip Sabtu (15/1).
Menurut Puan, masuknya sejumlah perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru memberikan warna di salah satu organisasi keagamaan terbesar di dunia itu. Dengan adanya pengakomodiran perempuan di PBNU menjadi bukti seluruh elemen bangsa memiliki semangat yang sama untuk memperjuangkan emansipasi perempuan.
"Kita tahu dalam politik sudah ada aturan baku keterwakilan perempuan. Meski tidak ada aturan yang mengikat bagi lembaga keagamaan untuk menerapkan hal serupa, PBNU telah melakukannya. Diharapkan bisa membawa NU untuk terus memberi manfaat keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan, bukan hanya oleh kaum Nahdliyin, tapi oleh bangsa," imbuh Politisi PDI Perjuangan itu.
Baca juga:DPR Sambut Baik Respons Presiden Jokowi Soal RUU TPKS
Puan mengatakan momen tersebut mencetak sejarah baru dalam kepengurusan PBNU. Ia menilai masuknya perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru menjadi sebuah terobosan yang membanggakan.
Baca juga:Puan Maharani: RUU TPKS Inisiatif DPR Disahkan Pekan Depan
"Kita tahu selama ini kaum perempuan sudah mendapat ruang cukup besar di lembaga pendidikan pesantren NU. Dengan masuknya perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru, ini adalah sebuah terobosan yang sangat membanggakan," kata Puan dalam keterangan persnya, seperti dikutip Sabtu (15/1).
Menurut Puan, masuknya sejumlah perempuan dalam kepengurusan PBNU yang baru memberikan warna di salah satu organisasi keagamaan terbesar di dunia itu. Dengan adanya pengakomodiran perempuan di PBNU menjadi bukti seluruh elemen bangsa memiliki semangat yang sama untuk memperjuangkan emansipasi perempuan.
"Kita tahu dalam politik sudah ada aturan baku keterwakilan perempuan. Meski tidak ada aturan yang mengikat bagi lembaga keagamaan untuk menerapkan hal serupa, PBNU telah melakukannya. Diharapkan bisa membawa NU untuk terus memberi manfaat keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan, bukan hanya oleh kaum Nahdliyin, tapi oleh bangsa," imbuh Politisi PDI Perjuangan itu.
Baca juga:DPR Sambut Baik Respons Presiden Jokowi Soal RUU TPKS