Alih Profesi Saat Pandemi, Muslim Asal Banten Ini Sukses Budi Daya Nila
Mahmuda attar hussein
Ahad, 16 Januari 2022 - 12:31 WIB
Ikan nila. Foto: Langit7/Istock
Ikan tilapia atau yang bisa disebut masyarakat sebagai ikan nila, memiliki pangsa pasar yang cukup besar.
Bahkan, ikan ini diyakini menjadi pesaing kuat ikan lele, dalam kebutuhan konsumsi. Selain harganya yang terjangkau, ikan nila juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik.
Dalam 100 gram ikan nila terkandung sekitar 95 kalori dan beragam nutrisi, yakni 20 gram protein, 2 gram lemak, 10 miligram kalsium, 25 miligram magnesium, 170 miligram fosfor, 300 miligram kalium, 40 mikrogram selenium, dan 25 mikrogram folat.
Baca juga: Usaha Tak Khianati Hasil, Ini Rahasia Soto Angkring Mas Boed Tetap Eksis
Selain itu, ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, zat besi, zinc, kolin, mangan, vitamin B12, vitamin D, serta vitamin K
Sementara untuk peluang pasarnya, data dari Biro Pusat Statistik Indonesia mencatatkan, volume ekspor ikan nila tahun 2020 mencapai 12,29 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai USD78,44 juta.
Secara keseluruhan, data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, total ekspor perikanan RI mencapai USD5,2 miliar atau setara dengan Rp72,8 triliun sepanjang 2020. Dari nilai tersebut, USD4,84 miliar merupakan ekspor ikan konsumsi, yang secara volume ekspor mencapai 1,26 juta ton.
Bahkan, ikan ini diyakini menjadi pesaing kuat ikan lele, dalam kebutuhan konsumsi. Selain harganya yang terjangkau, ikan nila juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik.
Dalam 100 gram ikan nila terkandung sekitar 95 kalori dan beragam nutrisi, yakni 20 gram protein, 2 gram lemak, 10 miligram kalsium, 25 miligram magnesium, 170 miligram fosfor, 300 miligram kalium, 40 mikrogram selenium, dan 25 mikrogram folat.
Baca juga: Usaha Tak Khianati Hasil, Ini Rahasia Soto Angkring Mas Boed Tetap Eksis
Selain itu, ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, zat besi, zinc, kolin, mangan, vitamin B12, vitamin D, serta vitamin K
Sementara untuk peluang pasarnya, data dari Biro Pusat Statistik Indonesia mencatatkan, volume ekspor ikan nila tahun 2020 mencapai 12,29 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai USD78,44 juta.
Secara keseluruhan, data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, total ekspor perikanan RI mencapai USD5,2 miliar atau setara dengan Rp72,8 triliun sepanjang 2020. Dari nilai tersebut, USD4,84 miliar merupakan ekspor ikan konsumsi, yang secara volume ekspor mencapai 1,26 juta ton.