Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai Dunia
Muhajirin
Selasa, 18 Januari 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rektor Universitas Darussalam, Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, memetakan penyebab umat Islam pada masa lampau mampu menjadi penguasa peradaban.
Salah satu pondasi penting peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan. Segala aspek kehidupan dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu merentang dari masalah politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
Contoh paling mencolok dari peradaban Islam adalah tradisi majelis ilmu. Majelis ilmu berpusat di Istana. Ada pula tempat khusus para ilmuwan berkumpul, seperti Bait Al-Hikmah.
Majelis ilmu yang berpusat di istana dipimpin langsung oleh khalifah. Peserta majelis itu pun terbatas hanya dari kalangan sastrawan, fuqaha, filsuf, dan mutakallimun. Majelis itu diisi dengan debat antar penyair dan ahli nahwu, diskusi fikih, hingga diskusi kalam.
Tak sampai di situ, ulama atau ilmuwan kala itu akan mendapatkan insentif tinggi dari khalifah jika mampu menulis buku. Menurut Hamid, itu menunjukkan pemerintahan dalam Islam sangat peduli dengan ilmu pengetahuan.
"Penghargaan terhadap ulama itu yang mahal di dalam peradaban Islam," kata Hamid, dikutip kanal YouTubeOrbit TV, Selasa (18/1/2022).
Tradisi Menulis dan Membaca
Salah satu pondasi penting peradaban Islam adalah ilmu pengetahuan. Segala aspek kehidupan dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Hal itu merentang dari masalah politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
Contoh paling mencolok dari peradaban Islam adalah tradisi majelis ilmu. Majelis ilmu berpusat di Istana. Ada pula tempat khusus para ilmuwan berkumpul, seperti Bait Al-Hikmah.
Majelis ilmu yang berpusat di istana dipimpin langsung oleh khalifah. Peserta majelis itu pun terbatas hanya dari kalangan sastrawan, fuqaha, filsuf, dan mutakallimun. Majelis itu diisi dengan debat antar penyair dan ahli nahwu, diskusi fikih, hingga diskusi kalam.
Tak sampai di situ, ulama atau ilmuwan kala itu akan mendapatkan insentif tinggi dari khalifah jika mampu menulis buku. Menurut Hamid, itu menunjukkan pemerintahan dalam Islam sangat peduli dengan ilmu pengetahuan.
"Penghargaan terhadap ulama itu yang mahal di dalam peradaban Islam," kata Hamid, dikutip kanal YouTubeOrbit TV, Selasa (18/1/2022).
Tradisi Menulis dan Membaca