Ini Tatanan Masyarakat Jazirah Arab Sebelum Era Islam
Muhajirin
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Jazirah Arab merupakan daerah penting pada masa sebelum Nabi Muhammad diutus menjadi rasul. Masyarakat di sana memang disebut jahiliyah, tapi kata jahiliyah tidak bisa diidentikkan dengan primitif atau pun tidak memiliki pengetahuan sama sekali.
Jahiliyah berasal dari kata jahl. Kata jahl bisa saja tahu, hanya saja mengetahui sesuatu tidak seperti apa adanya. Ibarat seseorang memiliki telepon pintar, namun telepon itu dipakai mengusir atau melempar binatang buas. Ia salah menempatkannya.
Di sisi lain, Jazirah Arab memang terkenal dengan kasus-kasus rimba sebelum Rasulullah datang. Pembunuhan di mana-mana, tidak ada kehormatan bagi perempuan, tawaf di ka'bah tak memakai sehelai benang pun, hingga kemusyrikan.
Namun, ada pula tindak laku positif pada masa itu, misalnya pembelaan terhadap keluarga. Orang Makkah memiliki solidaritas kekeluargaan yang sangat tinggi. Jika satu anggota keluarga dihinakan, semua anggota keluarga lain ikut terhina. Jika ada jatuh miskin atau mengalami kesulitan, semua keluarga yang lain akan ikut membantu.
"Artinya, kita tidak bisa memahami jahiliyah dari sekadar kasus-kasusnya. Mereka harus dipahami secara komprehensif, sebagai materi dasar untuk mempelajari Sirah Nabawiyah," kata Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Asep Sobari, melalui kanal YouTube SCI, Selasa (18/1/2022).
Pada masa itu, Yatsrib atau Madinah berada di persimpangan jalan atau sebagai kota transit perdagangan yang sangat penting, karena menghubungkan jalur utara dan selatan. Sebagai kota transit berarti kehidupan ekonomi di Madinah memiliki potensi tinggi.
Meskipun begitu, Yatsrib masih kalah dengan Mekkah. Makkah adalah sebuah wilayah yang dikenal dengan sistem manajemen hebat dan menjadi tujuan pada masa jahiliyah. Sistem perdagangan pada masa itu bergantung pada manajemen pasar musiman.
Jahiliyah berasal dari kata jahl. Kata jahl bisa saja tahu, hanya saja mengetahui sesuatu tidak seperti apa adanya. Ibarat seseorang memiliki telepon pintar, namun telepon itu dipakai mengusir atau melempar binatang buas. Ia salah menempatkannya.
Di sisi lain, Jazirah Arab memang terkenal dengan kasus-kasus rimba sebelum Rasulullah datang. Pembunuhan di mana-mana, tidak ada kehormatan bagi perempuan, tawaf di ka'bah tak memakai sehelai benang pun, hingga kemusyrikan.
Namun, ada pula tindak laku positif pada masa itu, misalnya pembelaan terhadap keluarga. Orang Makkah memiliki solidaritas kekeluargaan yang sangat tinggi. Jika satu anggota keluarga dihinakan, semua anggota keluarga lain ikut terhina. Jika ada jatuh miskin atau mengalami kesulitan, semua keluarga yang lain akan ikut membantu.
"Artinya, kita tidak bisa memahami jahiliyah dari sekadar kasus-kasusnya. Mereka harus dipahami secara komprehensif, sebagai materi dasar untuk mempelajari Sirah Nabawiyah," kata Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Asep Sobari, melalui kanal YouTube SCI, Selasa (18/1/2022).
Pada masa itu, Yatsrib atau Madinah berada di persimpangan jalan atau sebagai kota transit perdagangan yang sangat penting, karena menghubungkan jalur utara dan selatan. Sebagai kota transit berarti kehidupan ekonomi di Madinah memiliki potensi tinggi.
Meskipun begitu, Yatsrib masih kalah dengan Mekkah. Makkah adalah sebuah wilayah yang dikenal dengan sistem manajemen hebat dan menjadi tujuan pada masa jahiliyah. Sistem perdagangan pada masa itu bergantung pada manajemen pasar musiman.