home sosok muslim

Dari Cicit Nabi sampai Guru Imam Syafi'i: Ulama Perempuan dalam Sejarah Islam (Bag. II)

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Baca Juga:Dari Cicit Nabi sampai Guru Imam Syafii: Ulama Perempuan dalam Sejarah Islam (Bag. I)

3. Sayyidah Nafisah Guru Imam Syafi'i


Nafisah binti al-Hasan al-Anwar bin Zaid al-Ablaj bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib lahir di Mekkah pada pertengahan Rabi'ul Awal 145 H. Saat berusia 5 tahun, ia dibawa ke Madinah, karena ayahnya diangkat menjadi gubernur oleh Khalifah Abu Ja'far al-Manshur.

Selama di Madinah, ia melewati hari-harinya dengan berziarah ke makam Rasulullah SAW. Seringkali ia berada di Raudhah untuk berdzikir, berdoa, dan menangis. Ia juga bertemu dan mengaji ke beberapa perempuan ulama, baik dari kalangan sahabat maupun tabi'in sampai menguasai ilmu seperti Al-Qur'an, fikih, tafsir, dan hadits.

Dia dijuluki al-Ilm atau perempuan ulama. Saking cerdasnya, julukan itu suatu ketika ditambahkan menjadi Nafisah al-Ilm wa Karimah ad-Darain (perempuan ulama dan perempuan mulia di dunia akhirat).

Dia juga sering disebut sebagai Abidah Zahidah atau orang yang tekun beribadah dan asketis. Sebagian orang menyebutnya wali perempuan dengan sejumlah keramat.

Kesaksian tentang ibadah Nafisah disampaikan oleh Zainab, keponakannya. Selama 40 tahun, ia tidak pernah melihatnya tidur malam, tidak makan di siang hari, kecuali dua hari raya dan tiga hari tasyrik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah islam jejak ulama ulama perempuan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya