home edukasi & pesantren

Dakwah Memerdekakan Manusia dari Kejahiliyahan dan Kuatkan Tauhid

Ahad, 23 Januari 2022 - 11:42 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Didin Hafidhuddin mengatakan, dakwah bertujuan untuk memerdekakan manusia dari segala bentuk kejahiliyahan. Dakwah mendorong manusia untuk menyembah dan melakukan pengabdian yang tulus hanya kepada Allah subhanahuwata’ala sehingga memunculkan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan.

Konsep dakwah yang memerdekakan ini, lanjut KH Didin, juga meninspirasi pembangunan Masjid Istiqlal, Jakarta dan Masjid Al Hurriyah IPB, Bogor

“Sasarannya adalah untuk membuat orang menjadi baik. Islam itu bervisi kedamaian, kebaikan diri sendiri dan orang lain. Islam itu untuk memudahkan urusan, membuat hidup ini menjadi indah, dan bukan membuat pertentangan,” kata KH Didin dalam ta’lim ba’da Subuh, Ahad (23/1/2022).

Baca Juga:Masjid Istiqlal Osaka, Fondasi Penegakkan Islam di Jepang

KH Didin lalu menguraikan cara dakwah yang benar. Pertama, orientasi dakwah harus berlandaskan ketulusan mengharap keridhaan Allah. Sebagaimana dakwah yang dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

“Dakwah Rasulullah bukan berorientasi kekuasaan atau bukan untuk semata-mata kekuasaan,” katanya.

Sekalipun Rasulullah ditawari harta dan jabatan agar meninggalkan agenda dakwahnya, Rasulullah tidak bergeming. Rasulullah dengan tegas menolak berhenti dari dakwah bahkan bila matahari diletakkan di tangan kanannya dan bulan di tangan kiri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
tauhid berdakwah kh didin hafiddhudin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya