home lifestyle muslim

Kedokteran di Zaman Rasulullah, Mendorong Perkembangan Sains

Selasa, 25 Januari 2022 - 15:12 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Peradaban Islam telah mengenal ilmu kedokteran. Sejak zaman Rasulullah SAW, ilmu kedokteran merupakan ilmu yang dipelajari dengan seksama. Salah satu dokter piawai andalan Rasulullah adalah Haris bin Kaladah.

Meski bukan muslim, Rasulullah SAW menyuruh kaum muslimin yang sakit untuk berobat kepada Haris bin Kaladah. Puteranya, Nadar bin Haris bin Kaladah, juga menjadi dokter yang terkenal.

Selain itu, ada pula Abu Rimtsah, ahli bedah yang hidup pada masa Rasulullah. Di kalangan muslimah ada nama Rufaidah binti Sa'ad, perawat yang mengobati luka para sahabat di Perang Badar, termasuk mereka yang sekarat.

Ada juga Syifa binti Abdullah. Salah satu metode pengobatan Syifa adalah pengobatan dan pencegahan terhadap gigitan semut. Beda lagi dengan Nusayba binti Harits al-Ansari yang juga disebut 'Atia, yang merawat korban di medan perang. Selain itu, dia juga bisa melakukan sunat.

Memang tidak banyak riwayat atau informasi terkait kedokteran pada masa Rasulullah. Ada banyak faktor mengenainya. Saat itu, misalnya, lenduduk Makkah dan Madinah masih sangat sedikit, tidak seperti masyarakat di pinggiran Jazirah Arab seperti Yaman dan Oman.

"Sedikit sekali informasinya, karena memang kebutuhan terhadap aspek pengobatan tidak sekuat di wilayah-wilayah yang memiliki banyak penduduk," kata Pakar Sirah Nabawiyah, Ustadz Asep Sobari di kanal YouTube Sirah Community, Selasa (25/1/2022).

Tidak ada Beda Thibbun Nabawi dan Kedokteran Modern
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
thibbun nabawi sirah nabawiyah kedokteran kesehatan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya