Buya Yahya: Ini Cara Indah Islam Berantas Perbudakan
Muhajirin
Kamis, 27 Januari 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Sistem perbudakan telah berlaku jauh sebelum Islam datang. Setelah Islam hadir, sistem tersebut secara bertahap dihapuskan. Di tengah masyarakat zaman itu, menghapus perbudakan tidak bisa serta merta, karena berurusan dengan orang di luar Islam.
"Ada yang bertanya, kenapa tidak langsung ditiadakan saja. Kalau urusannya dengan orang Islam saja, aman, tapi kita pun berurusan dengan orang di luar Islam. Orang-orang di luar islam sudah biasa dengan jual beli budak dan memperbudak orang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Buya Yahya, Kamis (27/1/2022).
Status budak saat Islam datang sama seperti harta benda. Ia diperjualbelikan di pasar layaknya barang. Maka itu, Islam menghapus perbudakan secara bertahap. Misalnya, saat terjadi peperangan antara kaum muslim dan orang kafir.
Semua tawanan berstatus budak. Maka, orang kafir yang ditahan orang Islam bisa ditukar kepada tawanan muslim. Sebab, orang Islam yang ditangkap orang kafir, sudah pasti dijadikan budak.
Di sisi lain, Islam mengimbau umat muslim untuk memerdekakan budak dengan cara yang indah. Bahkan, memerdekakan budak dihubungkan dengan amal ibadah. Sebagai contoh, jika terjadi pembunuhan tanpa sengaja bisa ditebus dengan memerdekakan budak.
Begitu pula jika ada suami menggauli istri di siang hari saat Ramadhan, bisa ditebus dengan memerdekakan budak. Ada banyak imbauan-imbauan serupa, yakni hukuman atas satu dosa ditebus dengan memerdekakan hamba sahaya.
"Kalau memerdekakan budak begitu saja, pahalanya besar. Kemuliaan di sisi Allah. Jadi, tuduhan para pembenci Islam bahwa Islam melestarikan perbudakan, itu mereka lupa bahwa perbudakan sangat keji di kalangan mereka," ucap Buya Yahya.
"Ada yang bertanya, kenapa tidak langsung ditiadakan saja. Kalau urusannya dengan orang Islam saja, aman, tapi kita pun berurusan dengan orang di luar Islam. Orang-orang di luar islam sudah biasa dengan jual beli budak dan memperbudak orang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, dikutip kanal YouTube Buya Yahya, Kamis (27/1/2022).
Status budak saat Islam datang sama seperti harta benda. Ia diperjualbelikan di pasar layaknya barang. Maka itu, Islam menghapus perbudakan secara bertahap. Misalnya, saat terjadi peperangan antara kaum muslim dan orang kafir.
Semua tawanan berstatus budak. Maka, orang kafir yang ditahan orang Islam bisa ditukar kepada tawanan muslim. Sebab, orang Islam yang ditangkap orang kafir, sudah pasti dijadikan budak.
Di sisi lain, Islam mengimbau umat muslim untuk memerdekakan budak dengan cara yang indah. Bahkan, memerdekakan budak dihubungkan dengan amal ibadah. Sebagai contoh, jika terjadi pembunuhan tanpa sengaja bisa ditebus dengan memerdekakan budak.
Begitu pula jika ada suami menggauli istri di siang hari saat Ramadhan, bisa ditebus dengan memerdekakan budak. Ada banyak imbauan-imbauan serupa, yakni hukuman atas satu dosa ditebus dengan memerdekakan hamba sahaya.
"Kalau memerdekakan budak begitu saja, pahalanya besar. Kemuliaan di sisi Allah. Jadi, tuduhan para pembenci Islam bahwa Islam melestarikan perbudakan, itu mereka lupa bahwa perbudakan sangat keji di kalangan mereka," ucap Buya Yahya.