Atasi Tantangan Perbankan di 2022, BSI Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 04 Februari 2022 - 10:30 WIB
Ilustrasi ekonomi syaraih. Foto: Langit7
Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air.
Terlebih, gaya hidup, ekonomi syariah, dan wisata halal yang seiring waktu juga semakin populer. Hal itu juga berimbas pada terciptanya peluang bagi perbankan syariah untuk tumbuh.
Inisiatif strategis dari regulator industri keuangan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menghasilkan kinerja perbankan syariah pada triwulan III - 2021 tumbuh positif.
Baca juga: Ini Pendapat Pakar Ekonomi Syariah Soal RUU P2SK
Untuk menjaga tren pertumbuhan yang positif itu, diperlukan peningkatan inklusi keuangan demi mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gurnadi mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah dibandingkan dengan konvensional cukup berbeda. Dilihat dari marketshare sendiri, perbankan syariah masih berada di bawah 7 persen, dengan literasi keuangan syariah yang juga masih rendah, yakni di bawah 10 persen.
"Ini adalah tantangan besar, karena pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah masih sangat rendah," ujarnya dalam diskusi Akselerasi Pengembangan Perbankan Syariah, beberapa waktu lalu.
Terlebih, gaya hidup, ekonomi syariah, dan wisata halal yang seiring waktu juga semakin populer. Hal itu juga berimbas pada terciptanya peluang bagi perbankan syariah untuk tumbuh.
Inisiatif strategis dari regulator industri keuangan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menghasilkan kinerja perbankan syariah pada triwulan III - 2021 tumbuh positif.
Baca juga: Ini Pendapat Pakar Ekonomi Syariah Soal RUU P2SK
Untuk menjaga tren pertumbuhan yang positif itu, diperlukan peningkatan inklusi keuangan demi mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gurnadi mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah dibandingkan dengan konvensional cukup berbeda. Dilihat dari marketshare sendiri, perbankan syariah masih berada di bawah 7 persen, dengan literasi keuangan syariah yang juga masih rendah, yakni di bawah 10 persen.
"Ini adalah tantangan besar, karena pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah masih sangat rendah," ujarnya dalam diskusi Akselerasi Pengembangan Perbankan Syariah, beberapa waktu lalu.