Universitas Paramadina Selenggarakan Kelas Hubungan Internasional
Fajar adhitya
Jum'at, 04 Februari 2022 - 18:08 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Universitas Paramadina lewat Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) terlibat Kolaborasi Lintas Negara untuk pengelolaan Kawasan Samudera Hindia: Harmonisasi Kebijakan Negara dan Kolaborasi "People to People". Ini merupakan peran akademis yang penting.
Masalah kepentingan nasional adalah isu penting masing-masing negara dan mesti dipertemukan bersama. Sehingga dapat tercipta kedamaian dan keadilan dari tingkat regional sampai global.
Pada saat ini ada perubahan mendasar dan pergeseran orientasi dan peningkatan kepentingan nasional negara-negara terhadap akses, kontrol, dan penguasaan wilayah laut semakin dinamis, kompleks, kompetitif, dan bahkan cenderung konfliktual. Karena itu, gesekan-gesekan tidak bisa dihindari.
Perubahan menggunakan terminologi Asia Pasifik menjadi Indo Pasifik dalam kebijakan dan diskursus publik menjadi salah satu indikator. Indonesia, tentu, sangat berkepentingan untuk berperan dan berkontribusi aktif dalam upaya perumusan tata kelola dan rejim internasional di wilayah laut.
“Sebagai bagian dari pembangunan dan penguatan jati diri sebagai negara maritim Indonesia termasuk di kawasan Samudera Hindia,” kata Direktur PGSD, Shiskha Prabawaningtyas, dikutip Jumat (4/2/2022).
Baca Juga:Prediksi 10 Jurusan Kuliah Paling Diminati di 2022
Pada tahun 2017, Indonesia menginisiasi struktur "Summitry" atau Konferensi Tingkat Tinggi pada organisasi negara-negara di kawasan Samudera Hindia atau Indian Ocean Rim Association(IORA).
Masalah kepentingan nasional adalah isu penting masing-masing negara dan mesti dipertemukan bersama. Sehingga dapat tercipta kedamaian dan keadilan dari tingkat regional sampai global.
Pada saat ini ada perubahan mendasar dan pergeseran orientasi dan peningkatan kepentingan nasional negara-negara terhadap akses, kontrol, dan penguasaan wilayah laut semakin dinamis, kompleks, kompetitif, dan bahkan cenderung konfliktual. Karena itu, gesekan-gesekan tidak bisa dihindari.
Perubahan menggunakan terminologi Asia Pasifik menjadi Indo Pasifik dalam kebijakan dan diskursus publik menjadi salah satu indikator. Indonesia, tentu, sangat berkepentingan untuk berperan dan berkontribusi aktif dalam upaya perumusan tata kelola dan rejim internasional di wilayah laut.
“Sebagai bagian dari pembangunan dan penguatan jati diri sebagai negara maritim Indonesia termasuk di kawasan Samudera Hindia,” kata Direktur PGSD, Shiskha Prabawaningtyas, dikutip Jumat (4/2/2022).
Baca Juga:Prediksi 10 Jurusan Kuliah Paling Diminati di 2022
Pada tahun 2017, Indonesia menginisiasi struktur "Summitry" atau Konferensi Tingkat Tinggi pada organisasi negara-negara di kawasan Samudera Hindia atau Indian Ocean Rim Association(IORA).